Curah Hujan Tinggi, Ketinggian Air Waduk PLTA dalam Pantauan Aparat Pelalawan

Kapolres-pelalawan-cek-elevasi-plta.jpg
Forkopimda Kabupaten Pelalawan bersama Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, memantau elevasi Waduk PLTA Koto Panjang, Kamis, 1 Desember 2025. (Dok. Polres Pelalawan)

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pelalawan melakukan pengecekan dan peninjauan langsung ke Waduk PLTA Koto Panjang,  Kamis, 1 Januari 2025.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi bencana banjir menyusul tingginya curah hujan yang melanda Provinsi Riau dan Sumatera Barat dalam beberapa waktu terakhir.

Peninjauan tersebut inisiasi Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, bersama Bupati Pelalawan, H. Zukri Misran. 

Keduanya menegaskan pentingnya monitoring dan pemantauan kondisi terkini elevasi atau ketinggian serta debit air Waduk PLTA Koto Panjang sebagai upaya mitigasi dini untuk melindungi masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS) Kampar di wilayah Kabupaten Pelalawan.

"Kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan dan sinergi Forkopimda dalam memastikan kondisi waduk tetap terkendali," ujar AKBP John Louis Letedara, Jumat, 2 Januari 2026.

Dengan curah hujan yang cukup tinggi, menurutnya perlu mengetahui secara langsung kondisi elevasi air agar langkah-langkah pencegahan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. 

Ia menambahkan, pengecekan langsung ke lapangan menjadi bagian penting dari proses mapping dan mitigasi potensi kerawanan bencana banjir. 


Menurutnya, koordinasi lintas daerah dan lintas instansi sangat diperlukan mengingat dampak luapan waduk bisa dirasakan hingga ke wilayah Kabupaten Pelalawan.

"Ini menjadi dasar bagi kami bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menyusun langkah strategis dalam menghadapi kemungkinan terburuk, sekaligus menenangkan masyarakat dengan informasi yang akurat,” tegas AKBP John.

Dari hasil dialog antara Forkopimda Kabupaten Pelalawan dengan pihak pengelola PLTA Koto Panjang, Manager ULP PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa saat ini telah dilakukan pembukaan pintu spillway sebanyak dua pintu dengan ketinggian masing-masing 50 sentimeter. 

Pembukaan tersebut dilakukan karena tinggi muka air (elevasi) aktual waduk telah melebihi elevasi Rencana Tinggi Operasi Waduk (RTOW) tahun 2025 sebesar 50 sentimeter.

"Pembukaan pintu spillway ini merupakan langkah early release untuk mengendalikan inflow, outflow, dan elevasi waduk agar tetap berada dalam kondisi aman," jelas Dhani Irwansyah

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, serta aparat di lapangan untuk menyampaikan informasi secara cepat kepada masyarakat apabila terjadi perkembangan situasi.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan aparat," katanya.

"Polri bersama TNI dan Pemda siap melakukan langkah-langkah pengamanan serta penanganan apabila terjadi peningkatan debit air yang berdampak pada pemukiman warga,"  pungkasnya.