RIAU ONLINE, PEKANBARU - Maraknya aksi kejahatan C3,Curas, Curanmor dan Curhat di jalanan Kota Pekanbaru belakangan ini menjadi perhatian warga.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa meningkatnya dinamika kriminalitas sejalan dengan upaya penegakan hukum yang terus dilakukan jajarannya.
Menurut Kombes Jeki, momentum pergantian tahun turut berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat di Kota Pekanbaru.
Hal ini dipicu oleh bertambahnya jumlah penduduk sementara, khususnya warga dari Provinsi Sumatera Barat yang datang ke Pekanbaru untuk berlibur maupun berkegiatan lainnya.
"Untuk tahun baru ini, jumlah penduduk Kota Pekanbaru cukup banyak. Banyak teman-teman dari Sumbar datang ke Pekanbaru, sehingga aktivitas masyarakat meningkat," ujar Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, Minggu, 28 Desember 2025.
Kombes Jeki mengakui bahwa dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, potensi tindak kejahatan juga ikut bertambah. Namun demikian, Kapolresta menegaskan bahwa Polresta Pekanbaru tidak tinggal diam dalam menyikapi kondisi tersebut.
Kombes Jeki menyebut, sejak jabatan Kasatreskrim Polresta Pekanbaru diemban oleh AKP Anggi Dian Riansyah, pihaknya telah berhasil mengungkap dan menangkap sejumlah pelaku tindak kriminal.
"Sejak Kasatreskrim dijabat oleh AKP Anggi Dian Riansyah, kami sudah berhasil menangkap 10 pelaku kejahatan kriminal. Artinya apa? Apa yang disampaikan masyarakat terkait maraknya kejahatan itu seimbang dengan apa yang kami lakukan di lapangan" tegasnya.
Kombes Jeki menjelaskan, berbagai upaya penegakan hukum terus dilakukan, mulai dari penangkapan, penggeledahan, hingga pengejaran terhadap para pelaku kejahatan.
Seluruh langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Karena kami melakukan tugas kami, mulai dari penangkapan, penggeledahan, dan sebagainya. Itu semua adalah bagian dari upaya kami untuk menekan angka kejahatan," jelas Kapolresta.
Meski demikian, Kombes Jeki juga mengajak masyarakat untuk memahami keterbatasan aparat kepolisian. Ia menegaskan bahwa polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat.
"Namun sekali lagi, apa yang disampaikan terkait maraknya kejahatan, kami tegaskan bahwa kami ini bukan Superman. Tapi kami adalah ‘Herrymen’. Artinya, kami tidak bisa melakukan semuanya sendiri," ungkapnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa profesionalisme Polri tetap menjadi prinsip utama dalam menjalankan tugas.
"Tapi percayalah, Polri itu profesional. Apa yang disampaikan masyarakat terkait maraknya kejahatan, pasti akan kami tindaklanjuti dengan penangkapan dan pengejaran terhadap para pelaku," tegas Kombes Jeki.

