Ironi Salam Komando: Abdul Wahid Ditahan KPK, SF Hariyanto Gantikan Sang Komandan

SF-Hariyanto-Abdul-wahid.jpg
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto saat bersama Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid. (Istimewa)

RIAU ONLINE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau.

Abdul Wahid terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK bersama 9 orang lainnya di Pekanbaru, Senin, 3 November 2025.

Beberapa hari sebelumnya, beredar foto Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur SF Hariyanto berjabat tangan dengan gaya salam komando sambil tersenyum lebar.

Momen tersebut diklaim menjadi jawaban atas rumor miring yang selama ini beredar terkait hubungan Abdul Wahid dan SF Hariyanto, seperti dilansir dari jaringan RIAU ONLINE, Suara.com, Sabtu, 8 November 2025.

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan menjadi sosok yang mempertemukan mereka untuk menghentikan spekulasi publik yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan daerah itu.

"Tidak ada perpecahan, Pak Gub (Abdul Wahid) dan Pak Wagub (SF Hariyanto) baik-baik saja. Ini sama saya ngumpul bertiga," ujar Kapolda pada Kamis, 30 Oktober 2025.


Kapolda Herry ketika itu menekankan pentingnya sinergi antara Gubernur dan Wakil Gubernur. Ia berharap kedua pemimpin ini dapat berkolaborasi dalam menjalankan roda pemerintahan dan program pembangunan.

Menurut Herry, kolaborasi yang solid dianggap sebagai kunci utama untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan di Bumi Lancang Kuning.

Ia menegaskan isu-isu perpecahan yang tidak berdasar hanya akan menjadi hambatan dalam proses pembangunan daerah.

Ia berpesan agar Abdul Wahid dan SF Hariyanto dapat terus bekerja sama demi masyarakat Riau yang dicintai dan menghindari segala hal yang berpotensi menimbulkan konflik internal.

Namun empat hari kemudian, Abdul Wahid terjaring operasi senyap lembaga antirasuah.

Orang nomor satu di Riau ini menjalani penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka. Ia tak sendiri, ada dua orang lain yang menyandang status serupa.

Sementara itu, SF Hariyanto ditunjuk untuk menggantikan Abdul Wahid menjalankan roda pemerintahan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau.