Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru Diterpa Isu Pungli, Karutan: Tidak Benar!

Rutan-Sialang-Bungkuk5.jpg
Rutan Sialang Bungkuk (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pekanbaru atau yang lebih dikenal dengan Rutan Sialang Bungkuk kembali menjadi sorotan publik. Lembaga pemasyarakatan itu diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli).

Diduga pula, pungli melibatkan oknum sipir yang dilakukan terhadap pengunjung tahanan.

Isu ini mencuat dalam sebuah unggahan di media sosial TikTok milik akun @Maklumat viral dan menuai komentar negatif dari warganet. 

Dalam unggahan itu, diduga ada permainan uang antara pihak Warga Binaan dan petugas rutan, terutama saat proses kunjungan keluarga terhadap tahanan.

Menurut informasi yang beredar, sejumlah pengunjung mengaku harus membayar biaya tambahan agar bisa bertemu dengan kerabat yang ditahan. Tidak hanya itu, mereka juga menyoroti perbedaan perlakuan antara pengunjung “berduit” dan masyarakat kecil.

"Yang punya banyak uang dan ada kartu hitam itu raja. Mereka bisa bebas keluar masuk dan tak dibatasi waktu besuk," tulis salah satu akun dalam kolom komentar.

Unggahan tersebut kemudian memantik reaksi luas di media sosial. Banyak pengguna mengaku pernah mengalami hal serupa, baik secara langsung maupun dari cerita kerabat yang pernah berurusan dengan rutan tersebut.

"Bukan rahasia umum, kami masyarakat kecil hanya bisa diam,” ujar akun @deno*.

“Anda baru tahu? Itu sudah lama permainan seperti itu,” timpal akun @Rizky* disertai emoji tertawa.


“Saya yakin 100 persen itu benar-benar terjadi di sana (Rutan Sialang Bungkuk – red),” kata @Tatan*.

“Betul sekali, kadang setiap napi pindah dimintai uang dengan alasan untuk kepala kamar,” ungkap @Gus*.

“Lihat saja pegawainya, jadi raja di atas penderitaan orang,” tulis @Neng*.

“Ladang pungli, mau besuk harus bayar, aku sudah pernah ngalami,” ujar @So*.

“Sudah jadi rahasia umum. Permainan pihak rutan dan napi di sana,” tutup @Uj*.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Pekanbaru Erwin Siregar dengan tegas membantah adanya praktik pungli atau permainan uang di lingkungan yang ia pimpin.

"Tidak benar ada permainan uang di Rutan Sialang Bungkuk. Petugas kami bekerja secara profesional dan sesuai prosedur," ujar Erwin beberapa waktu lalu.

Erwin menjelaskan, Rutan Sialang Bungkuk saat ini dihuni lebih dari 1.600 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan latar belakang dan karakter berbeda-beda. Sementara jumlah petugas yang mengawasi mereka hanya sekitar kurang dari 200 orang.

"Dengan kondisi seperti ini, tentu kami harus mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. Kalau semua dipaksa atau dikeraskan, bisa berdampak buruk bagi keamanan rutan," tambahnya.

Erwin juga memastikan bahwa setiap laporan atau dugaan pelanggaran oleh petugas akan ditindak sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

"Kalau ada anggota yang melanggar, kami tidak akan tutup mata. Akan kami proses sesuai aturan," tegasnya.