RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid meminta warga yang memiliki keluhan terhadap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), memberikan kritik dan saran secara langsung kepada penyelenggara, alih-alih mengeksposnya di media sosial (medsos).
Ia menjelaskan, anak-anak yang memiliki keluhan terhadap menu MBG juga bisa menuliskan kritik dan saran di kertas dan memasukkannya pada kotak bekal MBG, setelah selesai makan.
"Saya minta agar kalau ada keluhan, jangan disampaikan di medsos. Guru-guru arahkan siswa, kalau ada komplain, dicatat, kemudian dimasukkan ke dalam tempat makannya," ujarnya, Rabu, 22 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, pelaksanaan MBG di Riau memang masih menghadapi sejumlah tantangan. Persoalan-persoalan ini sudah disampaikan pada Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha saat evaluasi pelaksanaan program prioritas Presiden mengenai MBG di Provinsi Riau, Selasa kemarin.
Menurutnya, sejumlah persoalan pelaksanaan MBG di Riau, diantaranya adalah keterbatasan alat pengujian bahan pangan. Tahun ini, Riau hanya memiliki 112 unit rapid test kit untuk menguji kadar pestisida dan formalin pada bahan makanan.
"Banyak juga keluhan dari siswa soal rasa dari menu makanan," jelasnya.
Menurutnya, bahan makanan untuk MBG di Riau juga sebagian besar masih didatangkan dari luar provinsi. Hal ini membuat pengawasan makanan menjadi lebih sulit.
Faktor lain adalah waktu yang dibutuhkan oleh tukang masak untuk menyediakan makanan tepat waktu kepada siswa. Penyedia menu MBG harus memasak dimalam hari agar menu sudah tersedia ketika menjelang siang hari.
Namun, hal ini membuat makanan jadi lebih cepat basi ketika sampai kepada siswa di sekolah. Akibatnya, sempat terjadi kasus keracunan.
"Prosedurnya seharusnya memasak pukul 2 sampai 5 pagi. Tapi pengawasan di lapangan masih lemah," jelasnya.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa Pemprov Riau terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan layanan MBG kepada siswa dan siswi di Riau.

