RIAU ONLINE, PEKANBARU — Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan komitmennya untuk mewujudkan program Pekanbaru Zero Anak Putus Sekolah. Ia menargetkan, ke depan tidak ada lagi anak di ibu kota Provinsi Riau itu yang berhenti menempuh pendidikan.
Hingga kini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih terus melakukan pendataan terhadap anak-anak yang putus sekolah melalui berbagai jalur, termasuk peran aktif kader Posyandu di setiap kecamatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemko untuk memastikan seluruh anak mendapat hak yang sama dalam pendidikan.
“Kami terus mencari anak-anak Pekanbaru yang putus sekolah dan ingin sekolah kembali. Pemerintah Kota Pekanbaru bertanggung jawab untuk menyekolahkannya,” ujar Wali Kota Agung Nugroho, Selasa 7 Oktober 2025.
Agung menyebut, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh kader Posyandu di 15 kecamatan, tercatat sebanyak 1.778 anak yang sebelumnya putus sekolah kini telah kembali bersekolah.
“Awalnya hanya dilaporkan sekitar 300 anak putus sekolah. Tapi setelah seluruh kader Posyandu dikerahkan, kita berhasil mendata 1.778 anak dan semuanya sudah kembali ke sekolah,” jelasnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang telah bekerja keras membantu pemerintah dalam menuntaskan persoalan anak putus sekolah di Kota Bertuah.
Menurut Agung, sebagian besar anak yang sempat putus sekolah disebabkan oleh faktor ekonomi. Banyak orang tua tidak mampu membayar biaya pendidikan di sekolah swasta, sehingga anak-anak mereka terpaksa berhenti belajar.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemko Pekanbaru memfasilitasi agar anak-anak tersebut dapat bersekolah di sekolah negeri maupun swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Selain itu, sebagian di antara mereka juga difasilitasi untuk mengikuti program Kejar Paket A, B, dan C.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Tidak boleh ada satu pun anak Pekanbaru yang kehilangan masa depannya hanya karena tidak mampu bersekolah,” tegas Agung.

