Terancam Ditutup, HW Livehouse Pekanbaru Malah Nekat Datangkan DJ King Aloy

Promosi-HV-livehouse2.jpg
Tangkapan layar video promosi HW Livehouse Pekanbaru. (Tangkapan layar)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Video promosi acara hiburan di HW Livehouse Pekanbaru viral di media sosial usai diunggah akun TikTok  Pkudugem. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa tempat hiburan malam (THM) yang berlokasi Jalan Soekarno-Hatta itu akan menghadirkan Disc Jockey (DJ) King Aloy, Jayjax, MC Parkz, dan DJ Reggie pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Promosi tersebut menuai perhatian publik lantaran HW Livehouse belum memiliki izin bar dan diskotek. Bahkan sebelumnya telah direkomendasikan untuk ditutup oleh Komisi I DPRD Kota Pekanbaru.

Rekomendasi penutupan itu disampaikan setelah digelarnya rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pekanbaru dan manajemen HW Livehouse pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru, Robin Eduar, dalam rapat tersebut menyoroti kelengkapan izin operasional tempat hiburan tersebut. Dari hasil inspeksi lapangan yang dilakukan Komisi I pada Desember 2024 dan Mei 2025, ditemukan masih ada sejumlah dokumen yang belum terpenuhi, termasuk sertifikat standar operasional untuk bar dan kelab malam.

“Ya benar, rekomendasi kita adalah penutupan sementara. Semua pihak terkait, termasuk manajemen Livehouse, sudah menyetujui,” kata Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Firmansyah, Kamis 28 Agustus 2025.


Sebelumnya, HW Livehouse juga telah dirazia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru pada Senin malam 22 September 2025. Razia tersebut dilakukan setelah adanya laporan warga yang merasa terganggu oleh suara musik keras yang diduga berasal dari lokasi tersebut.

Kepala Satpol PP Pekanbaru, Yuliarso, yang memimpin langsung operasi itu, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas bar maupun diskotek saat pemeriksaan berlangsung.

“Peralatan-peralatan untuk bar, kelab malam, atau diskotek yang sifatnya mengeluarkan bunyi-bunyian di atas 100 desibel malam ini kita pastikan tidak ada dan sudah disimpan,” ujar Yuliarso.

Ia menegaskan, hingga kini HW Livehouse hanya mengantongi izin restoran dan musik kreatif, bukan izin untuk beroperasi sebagai bar atau kelab malam.

“Malam ini kita turun memastikan aktivitas yang tidak ada izinnya seperti bar dan diskotek tidak beroperasi,” tegas Yuliarso.