RIAU ONLINE, PEKANBARU — Jaringan Fiber Optic (FO) bawah tanah di enam ruas jalan protokol Kota Pekanbaru dipastikan sudah siap digunakan. Dengan adanya jaringan ini, wajah kota ke depan tidak lagi dipenuhi kabel semrawut yang menjuntai di udara.
Direktur PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP), Imam Zamroni, mengatakan pihaknya bersama rekanan telah melakukan restorasi jaringan bawah tanah yang sebelumnya sudah ada namun tidak lagi berfungsi optimal.
“Jaringan bawah tanah yang kita miliki totalnya ada 110 kilometer di seluruh Pekanbaru. Tapi karena sudah lama tidak terawat, sekarang kita lakukan restorasi. Untuk tahap awal, enam jalur utama sudah siap difungsikan,” kata Imam, Senin 29 September 2025.
Adapun enam ruas jalan tersebut meliputi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Arifin Ahmad, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Ahmad Yani, Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan HR Soebrantas.
Imam menjelaskan, untuk sementara, fokus restorasi dilakukan di jalan protokol. Pihaknya kini menunggu instruksi dari Pemerintah Kota Pekanbaru terkait pemanfaatan jaringan tersebut.
“Ketika di satu kawasan ditetapkan Pemko tidak boleh ada jaringan udara lagi, kita siap sewakan jaringan bawah tanah ini kepada provider. Kami juga sudah berkomunikasi dengan APJATEL (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) terkait arah kebijakan selanjutnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Imam menegaskan PT SPP siap mendukung langkah Pemko Pekanbaru dalam menertibkan kabel FO yang masih berantakan di jalanan kota.
Menurutnya, penataan ini penting tidak hanya untuk mempercantik wajah kota, tetapi juga demi keselamatan masyarakat.
“Kabel yang semrawut itu selain mengganggu pemandangan, juga bisa membahayakan masyarakat. Karena itu ke depan kita dorong semua provider menggunakan jaringan bawah tanah,” pungkasnya.

