RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pria asal Gunung Sitoli, Sumatera Utara, Abisai Gea (33) dan seorang perempuan asal Maluku berinisial C (20) memeluk Islam di Masjid Raya An Nur Pekanbaru, Jumat, 19 September 2025.
Abisai menyampaikan keinginannya untuk menjadi seorang Muslim agar dapat menikahi perempuan yang dicintainya.
"Alasan saya masuk Islam adalah karena ingin menikah. Mertua saya menyuruh untuk masuk Islam terlebih dahulu," ujar Abisai kepada Pembimbing Mualaf Center An Nur, Ustaz Rubianto.
Sementara itu, wanita asal Maluku berinisial C ingin memeluk Islam dari hati setelah mempelajarinya.
"Orang tua laki-laki saya Kristen, mama saya Islam, jadi sebelumnya saya ikut papa. Namun kini saya memutuskan untuk memeluk agama Islam," ujar C kepada Rubianto.
"Memang agama Islam sudah sangat ingin saya dalami dan pelajari," tambahnya.
Rubianto berpesan kepada keduanya agar memeluk Islam secara Kaffah, artinya tidak setengah-setengah.
"Kalau masuk Islam jangan setengah-setengah, masuklah secara Kaffah atau menyeluruh, artinya sungguh-sungguh dan tidak bolak balik kembali ke agama sebelumnya," pesan Rubianto kepada keduanya.
Rubianto juga menegaskan kepada keduanya bahwa Islam bukan agama yang memaksa.
"Siapa saja boleh masuk Islam tanpa ada paksaan dan iming-iming hadiah. Bagi yang ingin memeluk Agama Islam silahkan hubungi Mualaf Center An Nur Pekanbaru," pungkasnya.
Keduanya resmi menjadi mualaf usai mengucapkan dua kalimat syahadat, disaksikan para jamaah Masjid Raya An-Nur. Keduanya juga mendapatkan bingkisan perlengkapan salat lengkap.
"Setelah ini jangan lupa mandi besar dengan niat menghilangkan hadas besar. Kalau ada kesempatan, mari ikuti majelis ilmu yang dilaksanakan Mualaf Center An Nur setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 16.00 WIB sampai selesai," pungkasnya.

