RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di beberapa titik padat lalu lintas.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Simpang Mal Living World, Tugu Songket, dan akses Jembatan Leighton IV (Siak IV). Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyampaikan pembahasan bersama Pemprov Riau telah menghasilkan sejumlah langkah konkret.
“Simpang Mal Living World dan kemacetan di Tugu Songket tadi sudah kita diskusikan. Termasuk juga penambahan jalan di Jembatan Leighton IV yang akan dibantu Pemprov,” ujarnya usai rapat koordinasi, Rabu 15 September 2025.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti masalah infrastruktur pipa PDAM yang berada di jalur drainase. Menurutnya, hal ini harus segera ditangani agar tidak mengganggu aliran air di kawasan yang rawan akan terjadinya banjir.
“Di dalam terowongan ada pipa PDAM yang mengganggu jalur air. Kita akan turun langsung untuk memastikan ada penataan, termasuk membuat saluran baru di Pasar Pagi Arengka,” jelasnya.
Pemerintah Kota juga berencana berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat dan sejumlah balai terkait untuk percepatan pembangunan.
“Kita membagi kewenangan tetapi tetap bekerja bersama-sama. Tadi Pak Gubernur bahkan langsung menghubungi dinas terkait untuk mengeksekusi pembebasan jalan di HR Soebrantas. Targetnya 2026–2027 bisa kita selesaikan lebih cepat,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus mendorong masyarakat lebih banyak berjalan kaki.
“Seperti yang dicita-citakan Pak Gubernur, kita ingin jalur yang lebih lebar bisa dipakai untuk pejalan kaki dan jogging track. Dengan begitu, warga akan lebih nyaman berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi,” pungkasnya.

