Calon Jamaah Haji Pekanbaru 2026 Mulai Manasik Perdana Bersama KBIHU Haramain

Manasik-KBIHU-Al-Haramain-Darul-Khair.jpg
Pemasangan Tanda Pengenal oleh Kakan Kemenag Pekanbaru, Syahrul Maulidi kepada Calon jamaah Haji dari KBIHU Al Haramain Darul Khair, Minggu, 10 Agustus 2025 (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ratusan calon jamaah haji (CJH) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Haramain Darul Khair Kota Pekanbaru secara resmi memulai rangkaian kegiatan manasik haji untuk keberangkatan tahun 2026. 

Kegiatan perdana ini digelar di Masjid Fatimah Paus Flower Residence, Jalan Arifin Achmad, Kelurahan Subayang, Kecamatan Marpoyan Damai, Minggu, 10 Agustus 2025, bertempat

Manasik haji ini dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru, Syahrul Maulidi, yang secara simbolis menandai dimulainya kegiatan dengan pemasangan kartu peserta manasik kepada perwakilan calon jamaah.

Dalam sambutannya, Syahrul mengapresiasi terobosan KBIHU Haramain yang mengambil langkah cepat dalam mempersiapkan jamaah sejak jauh hari. 

Syahrul menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya ritual fisik, tetapi juga membutuhkan pemahaman mendalam akan tata cara pelaksanaannya.

"Penting bagi kita mempersiapkan diri dengan ilmu. Ibadah haji berbeda dengan ibadah lainnya, karena melibatkan banyak rukun dan tahapan."

"Bekal pengetahuan menjadi sesuatu yang wajib. Bagi kita, kesempatan ini hanya datang sekali seumur hidup, maka persiapkanlah sebaik-baiknya,” ujar Syahrul, Minggu, 10 Agustus 2025.

Syahrul juga menekankan pentingnya membiasakan diri dengan kebiasaan positif sejak dini, termasuk menjaga kesehatan fisik dan memperbanyak aktivitas fisik. 

Menurutnya, perjalanan haji bukanlah hal ringan, karena melibatkan pergerakan dari satu tempat ke tempat lainnya di tengah jutaan jamaah dari seluruh dunia.

"Haji membutuhkan fisik yang kuat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, maka persiapkan dari sekarang. Mulailah berjalan kaki lebih sering, biasakan diri dengan aktivitas fisik yang menunjang," tambahnya.


Lebih jauh, Syahrul juga menyampaikan bahwa pelaksanaan manasik tidak hanya sebagai simulasi ibadah, melainkan merupakan bagian dari ibadah itu sendiri. 

Kakan Kemenag mendorong agar kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim) antarjamaah.

"Manasik ini adalah ikhtiar kita menjadi haji makbul dan mabrur. Bahkan, mengikuti manasik itu sendiri sudah mendapatkan pahala haji. Maka laksanakanlah dengan sungguh-sungguh. Untuk para pembimbing, saya juga minta agar segera menyelesaikan sertifikasi demi menjamin kualitas bimbingan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KBIHU Haramain Kota Pekanbaru, Ir. Rubianto, dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memberikan pembekalan terbaik kepada seluruh jamaah.

Rubianto menjelaskan bahwa jumlah peserta manasik tahun ini mencapai 143 orang, dengan rentang usia yang cukup luas.

"Alhamdulillah, hingga saat ini sudah ada 143 calon jamaah haji yang mendaftar mengikuti program kami. Jamaah tertua berusia 78 tahun dan yang termuda berusia 23 tahun. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mempersiapkan ibadah haji secara matang," ujar Rubianto.

Uniknya, KBIHU Haramain menargetkan pelaksanaan 29 kali manasik, hampir dua kali lipat dari standar minimal Kementerian Agama yang hanya mensyaratkan 15 kali pertemuan.

"Kami ingin jamaah kami benar-benar siap, tidak hanya secara teori, tetapi juga praktek. Dengan 29 kali pertemuan, kami berharap semua aspek bisa dibahas secara rinci.”

"Mulai dari tata cara ihram, wukuf, thawaf, hingga hal-hal praktis seperti pengelolaan logistik dan adaptasi budaya di Tanah Suci," paparnya.

Rubianto juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan manasik akan dilaksanakan sesuai dengan arahan dan regulasi yang ditetapkan oleh Kemenag, serta akan disesuaikan apabila ada perubahan kebijakan atau informasi terbaru dari pemerintah pusat.

"Kami mengikuti sepenuhnya panduan dan ketentuan Kemenag. Jika nanti ada informasi atau kebijakan baru, maka kami akan segera menyesuaikan."

"Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan para jamaah kepada KBIHU Haramain. Semoga bekal yang didapat bisa memudahkan ibadah haji nanti," pungkasnya.

Kegiatan perdana manasik ini mendapat sambutan hangat dari para calon jamaah. Mereka tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh para pembimbing. 

Selain itu, suasana kekeluargaan pun terlihat dalam interaksi antarjamaah yang dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu menjadi tamu Allah yang mabrur.

Dengan dimulainya rangkaian manasik sejak dua tahun sebelum keberangkatan, KBIHU Haramain berharap mampu mencetak jamaah yang tidak hanya siap secara fisik dan mental, tetapi juga mampu menjalankan ibadah haji dengan tenang, tertib, dan sesuai tuntunan agama.