Pulau Rangsang hingga Tanjung Buton Disiapkan Jadi Kawasan Industri Riau

Gubernur-Riau-Gubri-Abdul-Wahid31.jpg
Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid (Media Center Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Badan Pusat Statistik (BPS) RI menjalin kerjasama untuk penyusunan Program Satu Data. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pembangunan ekonomi dengan pendekatan berbasis data dan penguatan sektor industri.

Hal ini disampaikan Gubernur Riau Abdul Wahid, Jumat, 8 Agustus 2025. Ia menjelaskan, Riau adalah lokasi strategis dalam geografis karena berada ditengah-tengah Pulau Sumatera dan jalur perdagangan internasional Selat Malaka. Sehingga memiliki keunggulan strategis bagi pertumbuhan ekonomi daerah. 

“Letak Riau ini sangat strategis. Kita punya banyak sumber daya alam, tapi belum semuanya teroptimalisasi karena keterbatasan industri," ujarnya. 

Dengan kerja sama ini, maka pembangunan ekonomi Riau akan ditata sesuai skema koridor. Di antaranya mendorong kawasan-kawasan tertentu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Contohnya, Pemprov berencana mengusulkan Pulau Rangsang menjadi Restricted Trade Zone (RTZ), yakni zona ekonomi khusus yang difokuskan pada logistik dan perdagangan terbatas.


"Tingkat kemiskinan ekstrem di Pulau Rangsang tergolong tinggi. Salah satu penyebabnya adalah minimnya industri di sana. Maka dari itu pemerintah berupaya mendorong agar industri di Pulau Rangsang dapat tumbuh," jelasnya. 

Selain Pulau Rangsang, Wahid juga menyebut wilayah Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis tengah disiapkan sebagai pusat ekonomi baru, sedangkan kawasan Tanjung Buton di Siak juga terus didorong menjadi Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang berorientasi ekspor.

Di wilayah pesisir lainnya, yakni Pulau Burung, Pemprov juga merancang pengembangan kawasan industri perkelapaan.

"Di Riau terdapat tiga sektor penyumbang ekonomi terbesar yaitu migas, perkebunan, dan pulp and paper. Jadi tiga faktor inilah yg mendorong dan mendongkrak ekonomi Riau," jelasnya.

Wahid mengajak para seluruh Bupati/Walikota se-Provinsi Riau untuk bersama-sama menggesa pembangunan kawasan industri.

"Kami terus mendorong agar terjadinya hilirisasi di Provinsi Riau. Kalau ekonomi tumbuh, lapangan kerja otomatis akan terbuka lebih banyak. Mari bergandengan tangan untuk bersama-sama menggesa hal ini," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengapresiasi langkah Pemprov Riau yang berkomitmen terhadap tata kelola data yang lebih baik.

"Bumi Lancang Kuning ini memiliki kekayaan nilai-nilai budaya melayu dan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini tentu merupakan anugerah yang luar bisa dari tuhan," pungkasnya. (Adv Pemprov Riau)