DPRD Pekanbaru Curiga Ada Jaringan Terorganisir Eksploitasi Anak

Tekad-Indra-Pradana-Abidin.jpg
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin. (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin menyayangkan maraknya kembali praktik dugaan eksploitasi anak di Kota Pekanbaru. 

Hal ini menyusul viralnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seorang anak kecil meminta-minta di kawasan simpang pertigaan Jalan Arifin Ahmad dan Simpang Garuda Sakti.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @viralpekanbaru, tampak seorang bocah laki-laki mendekati pengendara dan mengucapkan kalimat meminta belas kasihan. Diduga, anak tersebut disuruh oleh orang tuanya atau pihak tertentu untuk mengemis di lokasi tersebut.

“Yang jelas ini sangat memprihatinkan, apalagi jika anak-anak dipaksa, dikendalikan, atau dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” ujar Tekad, Selasa 5 Agustus 2025.


Tekad bahkan mencurigai praktik tersebut bukanlah tindakan individu semata. Ia menduga ada pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam jaringan yang sistematis.

“Kami menduga ini bukan perorangan, tapi ada pihak yang mengatur dan mengambil keuntungan. Jangan sampai status Pekanbaru sebagai kota layak anak tercoreng karena praktik seperti ini,” tegasnya.

Politisi PDIP ini mendesak Pemko Pekanbaru, khususnya Dinas Sosial (Dinsos), bersama tim gabungan untuk segera menyelidiki dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat.

“Harus ditelusuri siapa yang menyuruh dan siapa yang memanfaatkan. Bisa saja mereka ini bukan warga Pekanbaru. Jika ditemukan ada pengemis yang sengaja dipekerjakan, itu sudah masuk ranah pidana. Kami minta aparat bertindak tegas dan memberi efek jera,” ujarnya.

Menurut Tekad, praktik eksploitasi anak tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak serius terhadap masa depan anak. Ia menilai tindakan seperti ini merampas hak anak untuk tumbuh, belajar, dan bermain di lingkungan yang sehat.

“Praktik eksploitasi anak ini mengancam masa depan anak. Anak-anak seharusnya sekolah, bermain, dan tumbuh di lingkungan yang sehat. Kalau dibiarkan begini, mereka justru dirusak sejak dini,” tutupnya.