Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sekolah Dimulai, Wali Kota Pekanbaru Turun Tangan

Wako-cek-PKG-di-Sekolah.jpg
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho didampingi Wakil Wali Kota Markarius Anwar meninjau Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis. (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE,  PEKANBARU — Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau langsung pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di SMA Negeri 2 dan SMP Muhammadiyah 1 Pekanbaru pada Senin 4 Agustus 2025. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Pekanbaru untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak sekolah sejak dini.

Agung yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Markarius Anwar menyebut kehadiran mereka bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan optimal dan tepat sasaran.

"Kami juga ingin mengecek langsung ke lapangan, termasuk ke Puskesmas, karena Puskesmas adalah garda terdepan dalam pelaksanaan program ini," ujar Agung.

Wali kota menargetkan pemeriksaan kesehatan di setiap sekolah dapat diselesaikan dalam satu hari. Untuk itu, Pemko Pekanbaru menurunkan dua tim medis di masing-masing sekolah.

"Ini adalah program yang sangat baik dan sejalan dengan upaya sweeping gizi buruk yang sedang kita galakkan. Untuk urusan kesehatan dan pendidikan, saya akan serius," tegas Agung.


Pelaksanaan PKG dilakukan secara serentak di seluruh sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA di Kota Pekanbaru. Bentuk pemeriksaan pun disesuaikan dengan jenjang usia dan kebutuhan masing-masing kelompok usia.

Pada jenjang SD (usia 7–12 tahun), pemeriksaan meliputi status gizi, kebiasaan merokok (untuk kelas 5–6), tingkat aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, kesehatan telinga, mata, gigi, jiwa, hati (Hepatitis B), kesehatan reproduksi (kelas 4–6), dan riwayat imunisasi (kelas 1).

Untuk SMP (usia 13–15 tahun), jenis pemeriksaan mencakup status gizi, merokok, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah (kelas 7), tuberkulosis, talasemia, anemia (kelas 7), telinga, mata, gigi, jiwa, hati, kesehatan reproduksi, dan imunisasi HPV (kelas 9 putri).

Sementara untuk SMA (usia 16–17 tahun), fokus pemeriksaan ditambah dengan anemia remaja putri (kelas 10), serta pemeriksaan lainnya seperti telinga, mata, gigi, jiwa, dan Hepatitis B.

Menurut Agung, program PKG memiliki tiga kategori sasaran. Pertama, kategori PBPKG untuk usia 0–6 tahun, kedua PKG khusus untuk usia 7–17 tahun, dan ketiga kategori ulang tahun khusus serta sekolah untuk usia di atas 17 tahun.

"Kita akan terus menyiapkan fasilitas cek kesehatan gratis, karena antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk memeriksakan kesehatannya," ujar Agung.

Hingga hari ini, lebih dari 500 siswa di Kota Pekanbaru telah menjalani pemeriksaan kesehatan melalui program ini. Pemerintah kota menargetkan jumlah ini akan terus meningkat seiring berjalannya waktu dan perluasan cakupan ke seluruh sekolah di wilayah kota.