RIAU ONLINE, PEKANBARU - Rusaknya Jalan Merak, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, masih jadi ancaman bagi keselamatan pengendara.
Lubang-lubang besar yang menganga di badan jalan membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Tak jarang warga sekitar harus melakukan penimbunan jalan secara mandiri untuk mencegah kecelakaan.
“Kami sudah sering menambal sendiri pakai batu dan pasir, karena belum ada perbaikan dari pemerintah. Kalau dibiarkan, bisa makan korban jiwa,” keluh seorang warga setempat, Kamis, 31 Juli 2025
Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Datuk Setia Maharaja atau Jalan Parit Indah, tepatnya di samping Gedung Guru, yang menjadi akses menuju beberapa kantor dinas Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.
Warga menyebut, kecelakaan kerap terjadi, terutama saat hujan turun dan lubang-lubang tertutup genangan air. Pengendara motor menjadi korban paling rentan dalam situasi ini.
Selama beberapa bulan belakangan, jalan rusak menyebabkan kemacetan. Bahkan, berdampak pada perekonomian warga, terutama pedagang di sekitar lokasi.
“Jalan rusak ini sudah berbulan-bulan, pelanggan jadi enggan datang karena akses sulit. Omzet kami turun drastis,” kata Susi, seorang pedagang di kawasan tersebut.
Data dari Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau pada April 2024 mencatat terdapat 1.008 titik jalan berlubang di Pekanbaru. Sebanyak 959 titik sudah ditutup dengan aspal, dan 49 titik lainnya masih dalam proses perbaikan. Namun warga menilai, perbaikan belum menyentuh banyak ruas strategis.
“Jalan di pusat kota saja seperti ini, apalagi di pinggiran. Kami minta pemerintah serius menindaklanjuti keluhan ini,” ujar warga lainnya.
Pemerintah Kota Pekanbaru sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar pada tahun 2025 untuk memperbaiki 1.768 titik jalan rusak di seluruh wilayah kota. Namun masyarakat berharap perbaikan bisa segera direalisasikan, bukan hanya sekadar janji di atas kertas.

