RIAU ONLINE, PEKANBARU – Komisi I DPRD Kota Pekanbaru meluapkan kekecewaan atas ketidakhadiran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar pada Senin 21 Juli 2025 siang.
Rapat tersebut dijadwalkan untuk membahas kabel dan tiang fiber optik atau WiFi yang semrawut dan mengganggu estetika kota.
Empat OPD yang dijadwalkan hadir, yakni Diskominfo, Dinas PUPR, DPMPTSP, dan Satpol PP hanya mengirimkan perwakilan di tingkat sekretaris atau kepala bidang.
Ketidakhadiran para kepala dinas (kadis) itu dinilai sebagai bentuk ketidakpatuhan dan tidak menghormati lembaga legislatif.
“Ini sebenarnya tugas mereka. Kita tidak mau tahu ada perombakan atau alasan lain, ini perintah tugas. Kita undang kepala dinas, yang dikirim cuma sekretaris dan kabid. Ini jelas pelecehan terhadap lembaga DPRD,” tegas Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru, Robin Eduar, usai rapat.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut ketidakhadiran para pejabat utama menunjukkan sikap tidak profesional dan tidak menghargai undangan resmi dari DPRD, padahal agenda rapat sangat penting karena menyangkut keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami minta Pak Wali Kota menegur kepala-kepala dinas ini. Setiap diundang, tak pernah hadir. Kami ingin mereka duduk bersama menyelesaikan persoalan kabel dan tiang yang semrawut di kota ini. Ini menyangkut wajah kota, bukan hal sepele,” tegas Robin.
Ia menambahkan, dalam pertemuan lanjutan nanti, Komisi I DPRD akan menekankan pentingnya kehadiran langsung para kepala OPD serta membawa dokumen dan data yang lengkap.
“Ke depan, OPD yang kami undang harus datang dengan persiapan. Jangan datang dengan tangan kosong, ini bukan tempat main-main. Kita bicara soal kebijakan dan penataan kota, bukan sekadar hadir tanpa solusi,” pungkasnya.

