Sinergi Pusat dan Daerah Selamatkan 100 WNI dari TPPO

Sinergi-Pusat-dan-Daerah-Selamatkan-100-WNI-dari-TPPO.jpg
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding di Mapolda Riau, Kamis, 17 Juli 2025. (Dok. Polda Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, serta aparat penegak hukum dalam upaya memerangi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) membuahkan hasil.

Polda Riau bersama dengan instansi terkait berhasil menyelamatkan 100 calon pekerja migran yang nyaris diberangkatkan secara ilegal ke luar negeri.

Menteri Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding bersama Kepala daerah dan Forkopimda mengumumkan keberhasilan ini sebagai bukti nyata kolaborasi antarlembaga.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, termasuk P2MI, Forkopimda, serta para kepala daerah, yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam melindungi warga negara kita dari praktik perdagangan orang," ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Herry, Kamis, 17 Juli 2025.

Dalam pemaparannya, Polda Riau merinci bahwa sepanjang tahun 2024 telah dilakukan pengungkapan 9 kasus TPPO, dengan 94 korban berhasil diselamatkan, terdiri dari 62 laki-laki dan 32 perempuan. Sebanyak 22 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus-kasus tersebut.


Sementara itu, hingga pertengahan tahun 2025, Polda Riau mencatat satu kasus besar yang berhasil diungkap baru-baru ini. 

Dari operasi tersebut, sebanyak 100 korban yang nyaris diberangkatkan ke luar negeri secara ilegal berhasil diselamatkan. Dari jumlah itu, 78 orang adalah laki-laki dan 22 orang perempuan, dengan 14 orang pelaku berhasil diamankan.

"Pengungkapan ini adalah hasil kerja keras semua elemen mulai dari Polda Riau, P2MI, pemda, hingga tokoh masyarakat. Kita harus terus menjaga sinergi ini untuk menyelamatkan masa depan anak-anak bangsa," ujar Abdul Kadir Karding.

Upaya pelindungan tidak berhenti pada penegakan hukum semata. Pihak pemerintah pusat bersama daerah juga gencar menyuarakan pentingnya literasi hukum dan migrasi aman bagi generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA dan pesantren yang akan memasuki usia kerja.

"Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada edukasi dan pencegahan. Literasi tentang perdagangan orang kini sudah masuk ke sekolah-sekolah, pesantren, bahkan komunitas desa di wilayah perbatasan," tambahnya.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi agar generasi muda tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu sindikat perdagangan orang yang seringkali menyamar sebagai agen penyalur kerja ke luar negeri.

Sebagai penutup, Polda Riau mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam menjaga keselamatan warga, khususnya calon pekerja migran.

"Kita ingin Indonesia yang bermartabat. Karena itu, mari kita teruskan perjuangan ini bersama, dengan hati nurani dan komitmen hukum yang kuat. Masa depan bangsa ada di tangan kita semua," tutup Kapolda.