EF dan Bappeda Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan lewat RISE

EF-dan-Bappeda-Perkuat-Komitmen-Pembangunan-Berkelanjutan-lewat-RISE.jpg
Lokakarya Multipihak Memperkuat Ketahanan Melalui Pendekatan Lanskap yang Terpadu, Efektif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan di Pekanbaru, Kamis, 17 Juli 2025. (Winda Turnip/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Earthworm Foundation (EF), yang beroperasi di Indonesia melalui Yayasan Hutan Tropis (YHT) menggelar Lokakarya Multipihak bertema "Memperkuat Ketahanan Melalui Pendekatan Lanskap yang Terpadu, Efektif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan" di Kota Pekanbaru, Kamis, 17 Juli 2025. 

Agenda ini bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau serta diikuti oleh berbagai stakeholder dari Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.

Hadir sebagai panelis sekaligus sebagai narasumber dari Earthworm Foundation - Yayasan Hutan Tropis, yakni Manajer Hutan dan Karbon Kasmujiono, Manajer Kemitraan Angeline Gloria, Manajer Lanskap Riau Bahrun, Manajer Rantai Pasok Nofri Iswandi, Manajer Sosial Muhammad Khotim, Manajer Mata Pencaharian Rozikin.

"Bappeda Provinsi Riau bekerjasama dengan EF menggelar Lokakarya Multipihak ini sebagai upaya memperkuat komitmen untuk pembangunan berkelanjutan. Ada 70 peserta dari berbagai stakeholder, kabupaten/kota, kecamatan, kementerian, akademisi, LSM, swasta dan media," ujar Kasmujiono.

Lokakarya ini merupakan kelanjutan dari program yang telah diimplementasikan selama beberapa tahun belakangan di lanskap Riau. Dimana, wilayah yang kaya akan lahan gambut, hutan, dan keanekaragaman hayati ini, juga menghadapi tantangan akibat perubahan tata guna lahan.


Earthworm melalui Yayasan Hutan Tropis mendorong inisiatif lanskap yang didukung oleh berbagai Perusahaan global yang berkomitmen atas keberlanjutan rantai pasok mereka.

"Kita sebagai Pemda Riau, juga membutuhkan semua pihak untuk berkolaborasi dalam pembangunan daerah berbasis lingkungan. Karena untuk membangun masyarakat, dibutuhkan kolaborasi Pentahelix, dimana ada Pemerintah, masyarakat, organisasi, akademisi, dan lainnya,” jelas Kasmujiono.

“Dengan kerjasama EF ini, maka dapat mendukung dan mendorong solusi inklusif berbasis komunitas untuk melindungi hutan dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat di beberapa kabupaten di Provinsi Riau," imbuhnya.

Sementara itu, Lead Lanskap EF - YHT Dean Affandi dalam presentasinya di agenda tersebut, mengatakan EF telah didirikan sejak tahun 2025. EF berfokus pada dampak sosial dan lingkungan dalam lanskap atau wilayah yang berada dalam pendampingannya.

Dampak dari program lanskap antara lain rencana pengelolaan konservasi di 23 desa, dengan implementasi yang didukung oleh 24 organisasi berbasis masyarakat, serta adopsi praktik pertanian berkelanjutan oleh lebih dari 3.000 petani di lahan seluas 5.600 hektare

"Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi multipihak yang berakar pada kekuatan lokal dapat mendorong pembangunan berkelanjutan secara nyata," jelasnya.

Melanjutkan inisiatif lanskap dan momentum ini, lokakarya ini juga menandai peluncuran program RISE (Riau Integratif, Sumber Daya Tangguh, dan Ekologis), yang didukung oleh Walmart Foundation.

Program ini merupakan fase kedua dari dukungan Walmart Foundation terhadap program lanskap Earthworm di Riau, yang didukung berbagai perusahaan global yang berkomitmen dalam keberlanjutan rantai pasok. (Adv Pemprov Riau)