Sekolah Rakyat Miliki Kurikulum Khusus untuk Bentuk Karakter Siswa

Sekolah-Rakyat-Miliki-Kurikulum-Khusus-untuk-Bentuk-Karakter-Siswa.jpg
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 03 Pekanbaru, Jeni Febrianto (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 03 Pekanbaru, Jeni Febrianto mengungkapkan sekolah rakyat memiliki pendekatan kurikulum yang berbeda dibandingkan sekolah menengah pertama (SMP) pada umumnya.

Menurut Jeni, salah satu perbedaan mendasar terletak pada adanya kurikulum khusus berupa tahap persiapan yang berlangsung selama tiga bulan. Tahapan ini bertujuan untuk mengenali karakter dan potensi siswa secara menyeluruh.

“Selama tiga bulan pertama, siswa akan mengikuti asesmen atau talent mapping untuk mengetahui karakteristik masing-masing. Ini penting agar kami dapat memahami dan membimbing mereka secara tepat,” jelas Jeni Febrianto, Selasa 15 Juli 2025.

Ia menjelaskan selain kurikulum khusus, SRMP juga menerapkan kurikulum nasional sebagaimana sekolah lainnya, termasuk kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.


Namun, yang membedakan adalah adanya kurikulum asrama yang dirancang untuk membentuk karakter siswa di luar jam pelajaran.

“Melalui kurikulum asrama, ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa,” tambahnya.

Terkait tenaga pengajar, Jeni menyebut perekrutan guru dilakukan secara nasional oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Guru-guru yang direkrut berasal dari lulusan Program Profesi Guru (PPG) dan dibiayai langsung oleh pemerintah.

“Untuk saat ini, SRMP 03 Pekanbaru memiliki 11 guru dan 8 tenaga kependidikan. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti Riau dan Sumatera Barat. Saat seleksi, para guru menyatakan kesediaan untuk ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia,” terangnya.