RIAU ONLINE, PEKANBARU - Proyek galian instalasi air limbah masih berlangsung di Kota Pekanbaru. Ruas jalan terdampak galian terlihat di Jalan Tuanku Tambusai atau Jalan Nangka, Kamis 6 Juni 2024.
Terlihat gundukan tanah dan karung menumpuk di tepi jalan yang diberi pembatas. Ruas jalan yang ramai dilintasi pengendara tersebut kian padat dan macet.
"Ini selalu macet ya jalannya. Tak tahu kita galian apa lagi ini," kata Roni, satu pengendara.
Diketahui bahwa galian tersebut merupakan proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT). Adapun tujuannya untuk pengelolaan air tanah atau air baku di Kota Pekanbaru.
Ada belasan ribu sambungan rumah tangga bakal tersambung dengan SPALDT. Kapasitas fasilitas pengelolaan air limbah ini mencapai 8.100 meter kubik per hari.
Sebelumnya, Presiden Jokowi meresmikan langsung SPALDT pada kunjungannya di Pekanbaru, Jumat 31 Mei 2024. Sebagian anggaran proyek pembangunan ini bersumber dari kucuran dana dari Asian Development Bank (ADB) dan juga dari APBN dan APBD.
Pasca diresmikan, Pj Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa mengatakan pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan sistem pengelolaan limbah.
"Kita mengucapkan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah meresmikan sistem pengelolaan air limbah di Kota Pekanbaru. Kami akan segera menyosialisasikan pemanfaatan IPAL ini serta melakukan proses-proses selanjutnya," ujarnya.

