Pupuk Indonesia Pastikan HET Pupuk Subsidi Tak Naik di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Mentan-Cabut-Izin-Kios-Pupuk-Subsidi-Sabak-Auh-yang-Jual-di-Atas-HET.jpg
Pupuk Subsidi (Hendra Dedafta/Riau Online)

RIAU ONLINE, JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) pastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi tidak naik, meski ada gejolak di Selat Hormuz akibat perang antara AS-Israel dan Iran.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menuturkan, hal ini dilakukan agar pasokan dan stabilitas di dalam negeri tetap terjaga.

"HET (pupuk subsidi sebelumnya) sudah turun 20 persen, tidak ada rencana untuk kembali meningkatkan, artinya HET akan tetap," kata Rahmad, dikutip dari ANTARA, Jumat, 3 April 2026.

Rahmad mengatakan, meski 30 persen perdagangan pupuk dunia melalui jalur strategis di Selat Hormuz, hingga saat ini belum mempengaruhi stok dalam negeri.

Rahmad memastikan Indonesia tidak terdampak signifikan karena memiliki kapasitas produksi urea dalam negeri yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan nasional.


"Kapasitas produksi urea Pupuk Indonesia tercatat mencapai 8,8 juta ton secara operasional, meskipun kapasitas terpasang mencapai 9,4 juta ton dengan sebagian fasilitas sudah berusia tua," ungkapnya.

Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan pupuk urea baik untuk subsidi maupun non-subsidi di dalam negeri diyakini dapat terpenuhi tanpa ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Rahmad bahkan menyebut Indonesia berpotensi menjadi stabilisator dalam ekosistem pangan global, terutama dalam menjaga ketersediaan pupuk di tengah ketidakpastian pasar internasional.

"Apalagi harga urea global sempat melonjak dari sekitar 400 dolar Amerika Serikat (AS) per ton menjadi 800 dolar AS per ton, akibat penutupan Selat Hormuz, namun kondisi tersebut tidak berdampak langsung pada pasokan domestic," ujar Rahmad.

Selain urea, ia menambahkan pasokan bahan baku lain seperti fosfat dan potas juga dipastikan tetap aman karena tidak ada gangguan produksi dari negara-negara pemasok utama.

Potensi dampak yang mungkin terjadi lebih kepada biaya pengiriman atau freight, namun hal tersebut dinilai tidak akan mengganggu ketersediaan pupuk secara keseluruhan di dalam negeri.

Dengan berbagai faktor tersebut, Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk nasional tetap aman dan stabil, sekaligus menjaga harga tetap terkendali demi mendukung produktivitas sektor pertanian. (ANTARA)