RIAU ONLINE, PEKANBARU - Cuaca di Provinsi Riau tahun ini diprediksi akan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan meningkatnya potensi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan tahun 2025 diawali dan diakhiri dengan fenomena La Nina lemah yang membuat kondisi cuaca relatif lebih basah. Namun pada 2026, kondisi iklim diperkirakan berbeda karena fenomena El Nino Southern Oscillation berada pada fase netral.
“Tahun 2025 diawali dan diakhiri dengan La Nina lemah sehingga kondisinya lebih basah. Sementara pada 2026, memasuki April kondisi ENSO diperkirakan netral, sehingga diperkirakan akan lebih kering dibandingkan 2025,” kata Faisal dalam konferensi pers di Pekanbaru, Kamis, 5 Maret 2026.
Berdasarkan catatan iklim selama 30 tahun terakhir, ia mengatakan curah hujan pada 2026 diperkirakan sedikit berada di bawah kondisi normal. Ia menyebut wilayah di sekitar garis khatulistiwa seperti Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat saat ini tengah memasuki periode yang disebut “kemarau kecil”.
Upaya membasahi lahan sejak dini menjadi penting untuk menekan potensi kebakaran pada puncak musim kering. Saat ini pihaknya bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan di wilayah yang diprediksi rawan karhutla.
“Ketika masih memungkinkan dilakukan penyemaian awan, kita upayakan mendatangkan hujan untuk membasahi lahan agar lebih jenuh sebelum memasuki puncak musim kemarau,” katanya.
Sementara itu, BMKG juga terus memantau kemungkinan perkembangan fenomena El Nino pada tahun-tahun mendatang. Jika fenomena tersebut terjadi bersamaan dengan angin monsun Australia yang kering, maka Indonesia berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih panjang.
BMKG akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Kementerian Kehutanan, serta instansi penanggulangan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
“BMKG siap mendukung semua pihak agar lebih siap dan sigap dalam menghadapi ancaman karhutla,” ujarnya.(ANTARA)

