Positif Covid-19, Dua Pejabat Bank Riau Kepri Jalani Isolasi dan Perawatan

Gedung-Menara-Bank-Riau-Kepri.jpg
(BANK RIAU KEPRI)

Laporan: LUKMAN PRAYITNO 


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dua Pejabat Bank Riau Kepri (BRK) di Divisi Corporate Secretary (Corsec) berkantor di Menara Dang Merdu, Tn MJ (40) dan Tn MDH (42), dinyatakan positif COVID-19 oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Riau, Kamis (30/7/2020).

Tn MJ dinyatakan sebagai pasien positif COVID-19 ke-384 oleh Gugus Tugas, Selasa (28/7/2020). Dua hari berselang, anak buahnya, Tn MDH, Warga Pekanbaru, hari ini dinyatakan positif. Padahal, isu positifnya MDH santer di kalangan karyawan Bank Riau Kepri sejak Rabu (29/7/2020).

"Sedangkan Tn MDH (42), tertular COVID-19 dari MJ. MDH memiliki kontak erat dengan MJ, pasien ke-384. Tn MDH dan MJ keduanya sama-sama warga Kota Pekanbaru," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Kamis (30/7/2020).

Informasi diperoleh Selasar Riau dari internal Bank Riau Kepri, Tn MDH sempat demam dan lakukan isolasi mandiri.

Sementara itu, Tn MJ, dari rilis diterima, Selasa (28/7/2020), merupakan pasien ke-384. Ia kini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. Tn. MJ memiliki keluhan demam, mual serta muntah yang disangkal, batuk kering, sakit tenggorokan.

Tn MJ (40) telah dilakukan rontgen dengan hasil Bronkopneumonia Dextra dan dilakukan pemeriksaan Swab, 25 Juli 2020, dengan hasil dinyatakan positif COVID-19.

Belum diketahui riwayat penularan dari Tn. MJ (40, karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan riwayat kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

"Hasilnya dinyatakan Positif Covid-19. Belum diketahui riwayat penularan dari Tn. MJ (40) karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan riwayat kontak erat dengan pasien positif," kata Mimi.

Pantauan Selasar Riau, selama dua hari, Rabu dan hari ini, aktivitas operasional perbankan di Kantor Pusat Bank Riau Kepri di Gedung Balai Dang Merdu, masih berjalan seperti biasa, tidak ada penutupan sementara selama tiga hari.

Padahal, saat terbentuknya Klaster Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jalan Sudirman, Pasar Pusat, pelayanan perbankan ditutup selama tiga hari dari aktivitas transaksi.

Respon Gubernur Riau

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, meminta kepada seluruh pegawai BRK yang bekerja di kantor pusat untuk dilakukan swab. Sehingga penularan COVID-19 bisa dicegah.

"Saya sudah arahkan, semua terkait dengan karyawan BRK di-swab, dan sekarang sebagian di-swab," katanya.

Syamsuar mengungkapkan, saat ini MJ sudah diisolasi dan dirawat di rumah sakit. Meski ada temuan pegawainya positif, namun Gubernur belum memerintahkan kepada petinggi di BRK untuk menutup sementara operasional di kantor BRK pusat.

"Belum, kita lihat lah nanti hasil swab yang kontak dengan pasien ini seperti apa, kalau negatif semua berarti kan tidak ada masalah," ujarnya.

Sementara Direktur Operasional Bank Riau Kepri, Denny Mulya Akbar, mengungkapkan, pasca ditemukannya pimpinan Bank Riau Kepri dinyatakan positif, seluruh karyawan bank milik daerah Riau dan Lepri ini, wajib menjalani swab. Terutama bagi karyawan berada di kantor pusat, di mana MJ berkantor.

“Ya hari ini dilakukan swab terhadap karyawan. MJ inikan ada di kantor pusat, jadi untuk yang kantor pusat di menara lantai 11 semua kantor tutup, dan karyawannya tidak berada di kantor. Dan seluruh kantor BRK telah dilakukan penyemprotan disinfektan,” katanya.

Sedangkan untuk operasional BRK tetap berjalan normal melayani nasabah. Alasannya, bersangkutan tidak berhadapan langsung dengan nasabah, termasuk gedung dan kantornya berbeda.

Sehingga seluruh operasional BRK tetap berjalan seperti semula, tidak ada penutupan gedung.

“Operasional dengan nasabah tetap dibuka dan tidak tutup. MJ tidak terlibat langsung dengan nasabah, jadi berjalan seperti biasa. Senin depan, kami akan menerapkan kerja 50-50 karyawan yang masuk dengan menerapkan work from home,” ujar Denny.

Pihaknya mengaku tidak tahu darimana sumber penularannya Covid-19 terhadap MJ ini terjadi. Sebab pihaknya mengklaim sudah menjalankan protokol kesehatan yang ketat, setiap karyawan dan nasabah yang masuk ke gedung BRK.

"Semua persyaratan protokol kesehatan tetap dijalani,” katanya.