Karhutla, Maskapai Mulai Khawatirkan Kabut Asap

Karhutla-di-Kawasan-TNTN.jpg
(TIMSATGAS KARHUTLA FOR RIAUONLINE.CO.ID)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pihak maskapai penerbangan mengkhawatirkan kabut asap akan tejadi dalam waktu dekat ini karena kebakaran hutan dan lahan marak terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

 

Ridwan, Sekretaris Airport Operators Comitte Pekanbaru mengatakan pihak maskapai tidak bisa berbuat apa-apa saat bencana kabut asap. Setiap maskapai mencatatkan kerugian mencapai miliaran rupiah pada bencana asap yang terjadi pada tahun lalu.

 

“Saat kabut asap, terbang salah, tidak terbang juga salah. Maskapai sudah mulai mengkhawatirkan hal ini. Semoga pemerintah bisa mengatasi hal itu,” katanya saat diwawancarai, Rabu, 13 Juli 2016.

 

AOC telah membicarakan hal ini kepada pemerintah setempat, Tim Satgas Penanggulangan Karhutla dan Angkasa Pura II. Menurut Ridwan, pesawat lebih baik tidak terbang jika kabut asap berlangsung. Karena jika dipaksakan terbang, pesawat bisa divert, return to base dan delay yang memakan biaya tinggi.

BACA JUGA: Pelaku Pembakar Dihukum, Kapolres: Tapi, UU Perbolehkan Bakar Lahan

 

“Namun, syarat untuk maskapai untuk tidak terbang, bandara harus ditutup. Tidak bisa begitu saja,” katanya.

 

Namun penumpang tidak perlu khawatir soal refund tiket, saat kabut asap itu terjadi. Ridwan mengatakan, maskapai akan mengembalikan 90% atau sesuai Peraturan Menteri nomor 89 Tahun 2015.

 

Sementara itu, pemerintah dan tim satgas tidak hanya diam. Tim terus melakukan pemadaman, Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan melakukan oemadaman yang difokuskan di Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir. Pemadaman di lkukan dari udara dengan melakukan waterbombing menggunakan satu unit pesawat air tractor.

 

"Ada puluhan hektare lahan yang terbakar di daerah itu," kata Komanda Pangkalan Udara Roesmin Nurjaddin Pekanbaru Marsma Hendri Alfiandi.

KLIK JUGA: Inilah Wilayah Rawan Karhutla di Pekanbaru

 

Hendri mengatakan tidak menutupkemungkinan lahan tersebut sengaja dibakar. Selain pemadaman, ti satgas juga akan menangkap tangan pelaku kebakaran dan menyerahkannya kepada polisi.



Riau kembali menyumbang titik panas terbanyak di Sumatra dengan 28 titik dari 68 titik panas di pulau barat Indonesia yang umumnya ditanami gambut itu.


Titik panas ditemukan di provinsi lain yaitu di Sumatra Utara dengan sebaran 10 titik, Sumatra Selatan 9 titik, Nangroe Aceh Darussalam 5 titik, Jambi 5 titik, Bangka Belitung 4 titik, Bengkulu dan Sumatra Barat masing-masing 2 titik.

 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menemukan 17 titik api yang terpantau di Riau. Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sugarin mengatakan titik api itu paling banyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hilir dengan sebaran 12 titik api.

LIHAT JUGA: 50 Hektar Lahan Terbakar di Bungaraya Milik Masyarakat dan Perusahaan

 

"Selain itu, titik api ditemukan 2 di Kabupaten Kampar, 2 di Bengkalis dan 1 titik di Dumai," katanya.

 

BMKG memprediksi Riau akan telah memasuki musim kemarau dan akan diterpa badai el nino selama empat bulan.

 

Simak berita Pekanbaru Kota Sampah lainnya dengan klik di sini.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline