Aktual, Independen dan Terpercaya


Isu Kepulangan Habib Rizieq, Ribuan Polisi Disiagakan di Bandara

Habib-Rizieq-Pulang-ke-Tanah-Air.jpg
(SUARA.COM)

RIAU ONLINE - Sebanyak 1.600 personel polisi akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada, Rabu 21 Februari 2018.

Pengamanan dilakukan guna mengantisipasi gangguan ketertiban terkait adanya rencana kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air.

"Kurang lebih 1.600 personel gabungan yang disiagakan," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Bandara Soetta, Ipda Prayogo seperti diwartakan Suara, Selasa 29 Februari 2018.

Dipaparkannya, ribuan personel Polri nantinya akan disebar diseluruh termina di Bandara, termasuk di Perimeter Selatan dan Utara.

Meski demikian, Prayogo enggan memastikan apakah Habib Rizieq akan tiba atau tidak esok hari. Dia hanya menyampaikan alasan ribuan polisi diterjunkan untuk mengantisipasi massa yang rencananya datang ke Bandara untuk menjemput Habib Rizieq.

"Soal (kedatangan Habib Rizieq) itu (tanya) ke Kabidhumas PMJ (Polda Metro Jaya)," kata dia.

Tak hanya di area Bandara, polisi juga akan melakukan pengamanan terkait adanya acara Maulid dan Tabligh Akbar di Masjid Jami Baitul Amal, Cengkareng, Jakarta Barat. Acara ini diinisiasi beberapa ormas, termasuk Pusat Persaudaraan Alumni 212, untuk menyambut kepulangan Habib Rizieq.

Mereka percaya Habib Rizieq besok akan pulang, bahkan dikabarkan tiba di Bandara Soetta sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, sejauh ini, polisi belum mendapatkan informasi soal rencana kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia. Habib Rizieq Shihab ke Arab Saudi setelah terjerat beberapa kasus pidana di kepolisian.

Nama Habib Rizieq juga sudah masuk dalam daftar pencarian orang. Polda Metro Jaya telah menetapkan Habib Rizieq bersama Firza Husein sebagai tersangka dalam kasus dugaan pornografi melalui situs baladacintarizieq.com.

Selain itu, Habib Rizieq juga menjadi tersangka kasus dugaan penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik mantan Presiden Soekarno yang ditangani Polda Jawa Barat.(2)