Debat Panas Bupati Siak dengan Tere Liye Soal OTT Gubernur Riau

Bupati-siak-usai-jadi-saksi.jpg
Bupati Siak, Afni Zulkifli, berbicara kepada awak media usai menjadi saksi sidang kasus PT SSL di PN Pekanbaru, Kamis, 16 Oktober 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) yang turut menyeret Gubernur Riau Abdul Wahid menjadi sorotan sejumlah pihak.

Abdul Wahid ditangkap bersama dua orang lainnya, kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek di lingkungan Dinas PUPRPKPP Riau.

Kasus ini turut menyita perhatian penulis Tere Liye. Dalam akun Facebook pribadinya, ia mengunggah tangkapan layar berita online "Gubernur Riau Abdul Wahid Diduga Terima 3 Kali Setoran Fee, Ini Rinciannya", seperti dilansir dari jaringan RIAU ONLINE,  Suara.com, Sabtu, 8 November 2025.

Tere Liye menyampaikan pendapatnya dalam unggahan tersebut dalam bahasa sindiran. Ia bahkan turut menyinggung tiga Gubernur Riau sebelumnya, yang juga tersandung korupsi.

Menariknya, unggahan Tere Liye itu menjadi sorotan Bupati Siak, Afni Zulkifli. Dalam kolom komentar, Afni  tampak tidak sepaham dengan sang penulis.

"Bang, saya salah satu Bupati di Riau yang suka dengan tulisan2 Tere Liye yang renyah. Saya tau Negeri kami menghasilkan banyak pemimpin yg jatuh di lubang sama berkali-kali. Tapi tolonglah, meski kami bukan saudaranya para Gubernur tsb, berilah kami ruang merasa malu yang cukup, ruang untuk berduka, karena kesalahan ini bukannya kesalahan kolektif," tulis Afni melalui akun Facebook pribadinya.


"Janganlah sebut 'rakyat-rakyat to***'. Sakit bang bacanya. Dari Negeri kami juga banyak melahirkan Ulama-ulama, Sultan kami menyerahkan harta dan tahta untuk Indonesia merdeka. Boleh bilang kami berada di Negeri penghasil koruptor, tapi bukankah koruptor itu ada dimana-mana," sambungnya.

Afni menegaskan bahwa sejak Indonesia merdeka, Riau telah menjadi salah satu penghasil devisa terbesar negara.

"Minyak bumi, akasia, CPO sawit, dll lebih banyak pergi ke Negara, sementara imbal bagi hasilnya jadi bancakan dan rakyat kami masih banyak hidup dalam garis kemiskinan," sebut Bupati Siak.

"Jangan sebut kami rakyat-rakyat yang to*** Bang. Kami juga ingin melawan, tapi bisa apa. Berilah ruang kami rakyat Riau berduka. Sebelum esok hari rakyat kami berpikir harus makan dari mana dan masa bodo dgn semua kemunafikan Bangsa," imbuhnya.

Komentar Bupati Afni pun lantas dibalas pemilik unggahan, Tere Liye yang menyampaikan kalimat makjleb. Tere mengaku sudah menulis tentang pejabat Riau yang terjerat kasus hukum alias masuk penjara berkali-kali.

"Kamu ini mantan jurnalis bukan? Harusnya paham maksud tersirat dan tersurat sebuah tulisan. Baiklah sy jelaskan khusus buat kamu dan buat siapapun yg tersinggung," balas Tere Liye ditujukan ke Afni.

"Jadi, silahkan kalian bercermin, masuk tidak kategori2 tsb? Jika tdk masuk, buat apa kamu menjelaskan panjang lebar? Nah, saat kita berusaha habis2an menjelaskan, boleh jadi, karena tulisan ini benar dan akurat sekali," demikian bagian komentar balasan Tere Liye.