Atlet Difabel Meriahkan Unity Run Road to RBR, Gaungkan Riau Lawan Karhutla

Unity-Run-Road3.jpg
Unity Run Road to Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 (RAHMADI DWI PUTRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ajang Unity Run Road to Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 berlangsung meriah di halaman Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, Minggu, 21 Juni 2026. 

Kegiatan ini semakin semarak dengan keikutsertaan para atlet difabel yang turut ambil bagian bersama ratusan peserta lainnya.

Sejak pagi, peserta dari berbagai kalangan memadati lokasi kegiatan. Mulai dari komunitas lari, masyarakat umum, hingga belasan atlet difabel ikut berlari dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Unity Run menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak Riau Bhayangkara Run 2026 yang akan digelar pada 19 Juli 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Anggota DPR RI Sindi Monica bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi.

Panitia menyediakan tiga kategori, yakni lari 3 kilometer untuk peserta difabel, serta kategori 5 kilometer dan 8 kilometer untuk peserta umum. Rute dimulai dari Mapolda Riau dan melintasi sejumlah jalan utama di Kota Pekanbaru.

Selain menjadi ajang olahraga, Unity Run juga membawa pesan kampanye “Riau Lawan Karhutla”. Melalui kegiatan ini, peserta diajak meningkatkan kesadaran terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di Provinsi Riau.


Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian bersama di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta menunjukkan komitmen bersama dalam melawan karhutla di Riau,” ujarnya.

Menurutnya, semangat “Riau Lawan Karhutla” sengaja diangkat sebagai simbol perlawanan terhadap ancaman kebakaran lahan, terutama menjelang musim kemarau.

Ia mengingatkan, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun aparat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPR RI Sindi Monica mengapresiasi inisiatif Polda Riau yang mampu memadukan olahraga, kesehatan, dan edukasi lingkungan dalam satu kegiatan.

“Ini sangat positif. Kepolisian tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam menjaga lingkungan dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya karhutla,” ungkapnya.

Kehadiran peserta difabel menjadi warna tersendiri dalam Unity Run. Partisipasi mereka menunjukkan bahwa olahraga merupakan ruang inklusif yang dapat diikuti seluruh kalangan tanpa batas.

Riau Bhayangkara Run sendiri memasuki tahun keempat penyelenggaraan dan terus berkembang menjadi salah satu event olahraga terbesar di Bumi Lancang Kuning.

Pada puncak acara yang dijadwalkan berlangsung 19 Juli 2026 mendatang, panitia memastikan kegiatan akan digelar lebih meriah dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan konsep yang lebih besar.

Usai kegiatan lari, peserta juga disuguhi peluncuran resmi jersey Riau Bhayangkara Run 2026 yang semakin menambah semarak acara.