Komunitas 1001 Cita Utamakan Pendidikan Anak Yatim Hingga Masyarakat Pedalaman

komunitas-1001.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Siap untuk membentuk sebuah komunitas maka harus siap untuk merancang dan melaksanakan program sebagai bentuk keseriusan dan komitmen. Seperti komunitas 1001 Cita berkeinginan menjadi sebuah yayasan bergerak di bidang pendidikan dan sosial.

1001 Cita memiliki 3 prioritas pendidikan yaitu membantu anak yatim piatu, panti asuhan dan pedalaman.

1001 Cita memiliki beberapa program yaitu Victory, Ruang Asa, Rumah Kreatif. Victory dimaksudkan untuk memberikan edukasi tentang ekonomi kreatif kepada anak-anak.

Victory merupakan kegiatan wisata pendidikan bersifat interaktif dan produktif bersama anak panti asuhan. Ruang Asa dimaksudkan untuk kegiatan mengajar. Kegiatan mengajar dilakukan setiap 2 minggu sekali tentang pengetahuan umum.

“Ruang Asa kami fokuskan untuk anak-anak SD,” ucap Harezi Rayhan Fadhli, akrab disapa Hare, sebagai Presiden dan Founder (pendiri) 1001 Cita.

Rumah Kreatif ditujukan khusus untuk anak jalanan. Program Rumah Kreatif bermaksud menampung anak jalanan untuk memberikan pelatihan dan mengarahkan mereka agar memiliki dasar kemampuan suatu bidang.

“Seperti menjahit, merajut dan sebagainya. Jadi mereka tidak minta-minta di jalan,” ujarnya pada hari Senin, 9 November 2020.

Selain itu, terdapat program yang masih dalam tahap perencanaan yaitu Youth Event. Program ini ditujukan untuk kategori anak muda dengan mengadakan lomba Essay Nasional, International Youth Summit dan Workshop Pendidikan.

Essay Nasional akan diadakan pada tahun 2021. Juara 1,2 dan 3 akan mendapatkan hadiah perjalanan ke Turki. Essay yang dilombakan seputar inovasi terbaru.

International Youth Summit juga dilakukan seleksi melalui kompetisi essay. Namun, terdapat tambahan seleksi wawancara. Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada pemuda Indonesia membuka wawasan lebih luas di luar negeri.

“Untuk International Youth Summit akan memberangkatkan sekitar 15-25 pemuda Indonesia ke luar negeri,” ujarnya.

Sedangkan Workshop Pendidikan dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada siswa-siswi SMA dan mahasiswa S1. Dalam program ini akan ada pendampingan untuk studi lanjutan.

"Kami akan adakan juga seminar nasional," kata Hare.

Selanjutnya, program khusus anak pedalaman dinamakan 3T yaitu terluar, tertinggal dan terdepan. Kegiatan pada program ini akan membutuhkan relawan untuk merealisasikannya.

“3T ini fokusnya untuk meningkatkan ekonomi sosial masyarakat sehingga dapat menunjang pendidikan anak-anak di daerah pedalaman tersebut,” jelasnya.

Untuk peningkatan pendidikan dan sosial 1001 Cita ingin fokus di daerah Riau meski komunitas ini bersifat nasional.

“Meski pungurus sudah ada di lima daerah berbeda tetapi kami ingin fokus dulu ke daerah Riau, karena di Riau kan belum ada komunitas seperti ini,” ucapnya.

Jika ingin info lebih mengenai 1001 Cita maka bisa langsung kunjungi media sosial instagramnya yaitu @1001.cita.