Alhamdulillah, Ada 11 Jamaah Umrah Riau Ikut Diberangkatkan ke Tanah Suci

jemaah-umrah2.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Darwison membenarkan ada sekitar 11 orang jamaah umrah Riau yang ikut diberangkatkan ke Tanah Suci (Arab Saudi) pada Minggu, 1 November 2020 lalu di Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

 

"Ada 11 orang dari Riau dan dari PT Bimalindo Hajar Aswad, betul," kata Darwison, kepada RIAUONLINE, Rabu, 4 November 2020, melalui pesan singkat WhatsApp.

 

Ia juga belum mengetahui untuk kepastian keberangkatan jamaah lanjutan, serta jumlah kuota untuk Riau.

 

 

 

"Iya belum tahu, ini juga kami sedang mendata," pungkasnya.

 

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah Arab Saudi kembali membuka umrah untuk masyarakat internasional, termasuk warga Indonesia.

 

Pada Minggu, 1 November 2020 ada sebanyak 360 jamaah umrah Indonesia diberangkatkan melalui Bandara Soekarno Hatta ke tanah suci.

 

Keberangkatan jamaah umrah pertama di masa pandemi Covid-19 ini didominasi oleh pemilik travel haji dan umrah, atau penyelenggara PPI.

 

"Jumlah hari ini, program perdana itu total 360. Itu terdiri tidak semua jamaah, kebanyakan adalah owner travel atau penyelenggara PPI dulu," kata Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPHURI), Zaky Zakaria Anshari, Minggu, 1 November 2020, dilansir dari Kompas.tv

 

Menurutnya, keberangkatan jamaah umrah dari owner travel itu memang perlu untuk mengecek kesiapan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jamaah umrah pada kloter selanjutnya.

 

“Untuk nantinya kalau kita rasa umrah pandemi ini bagus. Insya Allah kita programkan untuk jamaah kita”, ujarnya.

 

Pelaksanaan umrah yang dilakukan disaat pandemi Covid-19 diperketat dengan protokol kesehatan, seperti jamaah umrah yang berangkat berusia maksimal 50 tahun.

 

Kemudian, adanya pengaturan social distancing, serta pembatasan jumlah orang ditempat tidur.

 

 

“Satu kamar hanya boleh di isi dua orang saja, yang biasanya pada umumnya 4 orang. Itu pun harus ada social distancing. Prasmanan selama di Makkah dan Madinah itu dilarang, jamaah akan dapat nasi box dengan kemasan yang bagus”, pungkasnya.