Soal Petugas PPDP Reaktif Rapid Test, KPU Tunggu Hasil Swab

Fadhillah-Al-Mausuly5.jpg
(Riau Online)
RIAU ONLINE, BENGKALIS - Terhadap beberapa Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang reaktif saat rapid test di halaman Kantor KPU, Kamis 9 Juli 2020, kemarin, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis, Fadhilah Al Mausuli mengatakan masih menunggu hasil swab.
 
Pihaknya, kata Ketua KPU ini, memastikan hasil rapid test tersebut tidak akan menggangu jalannya tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada).
 
"Memang ada yang diswab kemarin, tapi jumlahnya tidak banyak. Hanya beberapa orang. Kita pastikan hal ini tidak mengganggu jalannya tahapan pelaksanaan Pilkada," kata Fadhillah Al Mausuly dihubungi RIAUONLINE.CO.ID, Jumat 10 Juli 2020.
 
Terang Fadhilah, pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU provinsi langkah yang akan dilakukan bisa ternyata hasil swab petugas tersebut positif. 
 
"Yang pasti karena waktunya sudah mepet, tentu akan dicari pengganti. Mekanismenya ini nanti akan kita konsultasikan ke KPU Provinsi,” katanya.
 
Pun demikian, pihaknya kata Fadhilah lagi. Tidak ingin berandai-andai, apalagi hasil rapid test reaktif ini hanyalah screening awal. 
 
"Orang  yang kena flu pun bis reaktif. Jadi kita tunggu saja  hasil swab, mudah-mudahan hasilnya sudah keluar menjelang tanggal 15 Juli nanti,” imbuhnya,
 
Seperti diberitakan,  sebanyak 1.285 orang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melakukan rapid test untuk pemuktahiran data dan pencocokan melalui door to door atau dari rumah ke rumah. Dari jumlah tersebut, beberapa diantaranya dilanjutkan dengan pengambilan sampel untuk uji swab karena hasil rapid testnya reaktif.
 
Tindakan rapid test terhadap 1.285 petugas PPDP Ini dilakukan di halaman Kantor KPU Jalan  Pertanian  Bengkalis, Kamis 9 Juli 2020 kemarin  Selain ketua KPU Fadhillah Al Mausuly dan anggota KPU lainnya, rapid test itu juga disaksikan langsung oleh Plh Bupati Bengkalis, H Bustami HY, Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Lizardo Gumay, Kajari Bengkalis Nanik Kushartanti, Kadis Kesehatan Bengkalis, dan dr Ersan Saputra.
 
Diketahuinya ada  pengambilan sampel untuk uji swab karena proses pengambilan sampelnya berbeda dengan sistem rapid test. Kalau rapid test sampel yang diambil adalah darah sementara untuk uji swab sampel yang diambil berasal dari lendir dari rongga hidung. Belum diperoleh informasi pasti berapa jumlah  petugas yang reaktif saat rapid test ini.
 
Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, Ersan Saputra, membenarkan saat dikonfirmasi adanya pengambilan sampel untuk uji swab tersebut. “Intinya adalah rapid test, cuma kebetulan ada yang reaktif maka dilanjutkan dengan swab,” ujarnya.