Jaga Mutu Pendidikan di tengah Pandemi, Puluhan Guru dan Kepsek Ikuti Pelatihan Daring

pelatihan-daring.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PANGKALAN KERINCI – Sejak kemunculan pandemi COVID-19, kegiatan belajar mengajar di sekolah ikut mengalami perubahan. Sistem tatap muka di sekolah diganti dengan sistem daring (online) atau dikenal dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Namun demikian, mutu pendidikan harus tetap terjaga sehingga peran guru menjadi sangat vital dalam mencapai target pembelajaran. Menyadari hal itu, sejumlah guru dan Kepala Sekolah berada di lima Kabupaten di Riau mengikuti pelatihan peningkatan mutu pendidikan atau School Improvement yang digelar secara daring, Selasa (24/6).

Para tenaga pendidik yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) itu saling berbagi pengalaman yang telah dipraktikkan sekaligus mengalami langsung penggunaan teknologi dunia pendidikan di sekolah masing-masing.

Salah satu peserta, Kepala SDN 5 Lukit, Kabupaten Kepulauan Meranti, Linda Kusumawati mengaku tetap mendapatkan substansi pelatihan meski tidak bertemu secara fisik. Menurutnya, tidak ada perbedaan yang signifikan untuk pelatihan yang diadakan secara daring.

“Kami masih bisa bertukar informasi pendidikan melalui aplikasi video daring, semua berjalan normal, kita pun juga aman karena mematuhi anjuran pemerintah sesuai protokol pencegahan COVID-19. Hanya saja terkadang sinyal internet yang kurang stabil membuat komunikasi sedikit terganggu,” tutur Linda yang telah mengikuti program ini sejak tahun 2017 lalu.

Bagi Linda, program ini membawa dampak positif terhadap perkembangan kualitas guru dan siswa mereka. Para guru menjadi lebih semangat dan kreatif karena selalu mendapatkan inovasi baru dalam mengajar.

“Program ini membuat kami selalu update tentang dunia pendidikan. Di samping itu, kami juga dibantu alat pembelajaran dan infrastruktur sekolah, saya berharap program ini bisa terus berkelanjutan,” ujarnya.

Program School Improvement diinisiasi oleh program Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Program ini bertujuan untuk peningkatan kualitas pengelolaan sekolah dan pembelajaran, peningkatan akreditasi sekolah sesuai delapan standar nasional pendidikan (8 SNP) dan pencapaian sekolah adiwiyata yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Melalui KKG dan K3S, kita terus melakukan pendampingan bagi 60 sekolah dasar mitra, kita ingin menunjukkan bahwa kegiatan pendidikan bisa terus berjalan meski di tengah pandemi, baik di kota maupun di desa meskipun tidak dapat bertatap muka,” kata Manajer CD RAPP, BR Binahidra Logiardi.

Binahidra menambahkan program School Improvement turut berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau (SDGs) tahun 2030. Salah satunya termaktub dalam tujuan nomor empat yakni memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua.

“Tentu kami berharap seiring bertumbuhnya perusahaan, pendidikan di masyarakat juga ikut berkembang ke arah yang lebih baik,” ujar Beni sapaan akrabnya.

Pada kondisi normal, kegiatan KKG dan K3S dilaksanakan secara tatap muka di 16 kelompok sekolah dasar mitra program School Improvement. Peserta yang merupakan perwakilan Kepala Sekolah dan Guru itu dibimbing oleh Fasilitator Daerah (Fasda). Sekolah-sekolah mitra tersebut tersebar di Kabupaten Pelalawan, Siak, Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti. Kemudian setiap sekolah mitra akan didampingi oleh Fasda guna melihat implementasi perencanaan praktik yang dirancang saat kegiatan KKG dan K3S.