Pegawai Puskemas di Inhil Positif Covid-19

Kadinkes-Mimi-Yuliani-Nazir.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Provinsi Riau terus bertambah, Rabu 24 Juni 2020. Pasien nomor 198 berinisial YA, perempuan, usia 30 tahun warga Indragiri Hilir (Inhil) menambah daftar panjang jumlah Nakes yang positif Covid-19.

"Nyonya YA ini merupakan pegawai di UPT Puskemas yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau saat menyampaikan keterangan pers, Rabu 24 Juni 2020.

Selain YA, ada 23 orang lainya yang terinfeksi virus corona. Sehingga total penambahan kasus baru Covid-19 di Riau, Rabu 24 Juni 2020 berjumlah sebanyak 24 orang. Dengan ada penambahan 24 kasus baru pasien positif Covid-19 di Riau. Sehingga total ada 217 kasus pasien positif Covid-19 di Riau. Dengan rincian, 88 pasien dirawat, 120 sehat dan ada 9 pasien yang meninggal dunia.

Dari 24 kasus baru tersebut delapan di antaranya adalah warga Indragiri Hilir. Sebagian besar adalah dari kluster tes swab massal yang dilakukan oleh Pemkab Inhil beberapa waktu lalu.

Rincian adalah pasien nomor 194, laki-laki inisia AO, usia 36. Kemudian pasien nomor 195, inisial MY, perempuan usia 18 tahun. Selanjutnya pasien 196, perempuan inisial M usia 36 tahun.

Kemudian pasien nomor 197, perempuan, inisial S, usia 54 tahun. Selanjunta pasien nomor 198, perempuan, inisial YA, usia 30 tahun.

Selanjutnya masih dari Inhil, yakni pasien nomor 200, laki-laki, inisial MA, usia 15 tahun,. MA merupakan hasil tracing dan kontak dengan pasien positif Covid-19 nomor 128 yakni Nyonya R usia 39 tahun.

Selanjutnya pasien nomor 201, laki-laki, inisial SA, usia 12 tahun. Pasien SA ini tidak memiliki riwayat perjalanan dan kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Sehingga belum diketahui sumber penularanya.

"Kemudian pasien 202, laki-laki inisial A, usia 72 tahun. Pasien a ini belum diketahui sumber penularanya, karena tidak memiliki riwayat perjalanan dan kontak erat dengan pasien positif Covid-19," kata Mimi. (*)