DPRD Pelalawan Geram Dinas PUPR Lalai Bangun Jembatan

afrizal.jpg
(riski)

Laporan : RISKI APDALLI

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan, Afrizal, geram saat hearing bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ), di ruang rapat Komisi III, Kantor DPRD Pelalawan, Senin 8 Juni 2020.

Afrizal menilai, kinerja Dinas PUPR Pelalawan lamban dan lalai soal pembangunan jembatan. Pasalnya, banyak lelang kegiatan pembangunan fisik jembatan dan lainnya, sudah memasuki pertengahan Tahun 2020 ini, belum lelang atau ditenderkan.

"Kegiatan di PUPR jni lamban, intinya pada hari ini saya menekan semua kegiatan itu secepat mungkin," tegasnya, Senin, 8 Juni 2020.

Menurut, Afrizal, pembangunan jembatan Desa Tambak, Kecematan Langgam paling lambat jumat, Jumat 12 Juni 2020 sudah terealisasi. Jika perlu, katanya, tiga hari kedepan sudah sampai ke pihak BPBJ atau Unit Layanan Pelelangan (ULP) proses pelelangannya.

"Yang paling khusus itu jembatan tambak langgam, intinya saya tidak mau kalau seandainya itu dilelang secepat mungkin, sesuai hasil kesepakatan kami di hearing tadi tu, intinya paling lambat tadi tu, kalau bisa hari jumat, tapi saya bermohon juga, intinya tiga hari setelah rapat ini konsultan menyerahkan sama PPTK Dinas PU dan Dinas PU ke UPL secepat mungkin, itu harapan saya," ujarnya.

Ada empat paket pembangunan 4 jembatan mulai dari jembatan Sungai Kepojan, jembatan Trimulia, jembatan Sering, dan jembatan Tambak harus segera direalisasi. Hal ini lambat disebabkan dari konsultan dan PPTK, namun ia menegaskan akan direalisasikan segera. Karena 4 paket tersebut sangat di butuhkan oleh khalayak ramai.

"Empat paket, yang paling besar itu langgam. Penyebabnya selama ini ada kelalaian dari konsultan, PPTK. Intinya kita minta ini segera direalisasikan," pungkasnya.