Jembatan Sungai Kepojan "Makan" Korban, Motor Warga Nyemplung ke Sungai

Sepeda-Motor-jatuh-dari-jembatan.jpg
(Riau online)
RIAU ONLINE, PELALAWAN -Peristiwa yang ditakuti masyarakat Dusun Sungai Medang, akhirnya terjadi. Seorang pekerja kebun menjadi korban di jembatan penyeberangan sungai kepojan. Sepeda motor yang dikendarai terjatuh kesungai, pada Sabtu, 6 Juni 2020.
 
Kejadian naas yang menimpa, Fatria (30), warga Kelurahan Bunut, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau ini, diketahui warga terjadi sekitar Pukul 08.00 WIB, di jembatan sungai kepojan tersebut.
 
Beruntung dari kejadian itu, cepat diketahui warga sekitar yang sedang melintas di jembatan sungai kepojan. Alhasil, dengan dibantu lima orang warga sekitar sepeda motor korban yang yang terjatuh di kedalaman lebih kurang 10 meter dari jembatan tersebut dapat diselamatkan.
 
"Sekitar pukul 8 pagi tadi, suami sepupu saya terjatuh, dia berhasil menyelamatkan diri cuma mengalami lecet ringan. Namun hondanya terjatuh kesungai, beruntung bisa diselamatkan warga yang melintas, ada lima orang yang membantu tadi, menyelam mengambil honda itu. Saat ini bang Fatria sudah berobat dan dibawa ke rumah," terang Wiwit, sepupu korban, yang berhasil di wawancara RiauOnline.co.id.
 
Diceritakan Wiwit, kejadian jatuhnya sepeda motor kesungai itu memang merupakan yang terparah yang pernah terjadi, karena kondisi dan bentuk jembatan sungai kepojan itu sudah memang sangat memprihatiankan. Sebelum itu, katanya, memang sudah banyak juga warga yang terjatuh diatas jembatan tersebut, apalagi ibu-ibu yang hendak pergi kekebun dan mencari kebutuhan pokok.
 
"Tengoklah kondisinya pak, sebelumnya memang sudah banyak yang terjatuh, namun yang hondanya terjatuh baru kali ini. Ibu-ibu yang pergi kekebun melewati jembatan juga sudah sering terjatuh di atas jembatan," jelasnya, dengan nada sedih.
 
Dengan bukti nyata saudaranya telah menjadi korban dijembatan sungai kepojan itu, pihaknya sangat berharap perhatian pemerintah untuk pembangunan jembatan tersebut bisa terlaksana secepat mungkin. 
 
Karena, menurutnya, akses tersebut juga merupakan urat nadi dan sentral perekonomian sebagian besar masyarakat Kelurahan Bunut dan juga beberapa Desa tetangga Kecamatan Bunut, seperti Desa Sungai Buluh, Lubuk Mas, dan juga Desa Telayap, Desa Sering, Desa Kuala Tolam, Kecamatan Pelalawan.
 
"Harapan kami, jembatan itu bisa dibangun secepatnya. Kami tidak minta harus megah seperti apa, dapat saja bisa dimanfaatkan dengan layak bagi warga dan petani disini sudah lah tu. Karena bukan waktu yang singkat masyarakat mendambakan jembatan itu, ditambah disana juga ada beberapa Desa dan Kecamatan yang membutuhkan akses jalan itu," harapnya, mengakhiri.