Lurah dan Camat Menyerah, "Nasib" Jembatan Sungai Kepojan Tak Kunjung Berubah

Jembatan-Sungai-Kepojan.jpg
(Riau Online)
RIAU ONLINE, PELALAWAN -Memprihatinkan adalah kata yang tepat menggambarkan kondisi jembatan penyeberang antara kota Kelurahan Pangkalan Bunut dengan dusun Sungai Medang, Kabupaten Pelalawan. Sudah rusak 10 tahun, taka ada niat pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk memperbaikinya.
 
Dari cerita warga setempat, jembatan sungai kepojan untuk penyeberangan ini sudah hampir lebih kurang 10 Tahun, kondisinya terus seperti itu. Dari warga yang terdiri 70an lebih Kepala Keluarga (KK) yang berdomisi di daerah dusun yang di huni mayoritas warga yang mendapatkan perumahan sosial atau Rumah Layak Huni (RLH) tersebut. Setiap tahunnya warga disana selalu bergotong-royong memperbaiki semampu mereka secara swadaya.
 
"Sudah 10 tahun kami menantikan perbaikan jembatan ini, tak kunjung ada tanda-tanda akan dibangun. Hingga saat ini kondisi warga untuk memperbaikinya secara swakelola saja kami sudah kewalahan, di tambah dengan wabah Covid-19 ini, belum lagi material kayunya saat ini susah dicari," ungkap, Hakim, warga Dusun Sungai Medang, Kelurahan Pangkalan Bunut, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau, ini.
 
Apalagi, tambahnya, saat musim hujan tiba, Dusun Sungai Medang ini selalu manjadi langganan banjir, namun masyarakat didusun ini hanya berharap selalu diberikan kesehatan agar suatu saat tidak menjadi korban saat menyeberang di jembatan tersebut. Karena jalan untuk keluar dari Dusun sungai medang, itu hanya jembatan tersebut jalan satu-satunya untuk menuju ke Kota Kelurahan, jika membeli bahan pokok.
 
"Bahkan warga disini selalu berenang mencari bahan pokok jika terjadi banjir itu, gimana lagi seperti hujan lebat bulan semalam contohnya, bankah banyak honda-honda warga yang rusak, bila memaksakan melewati banjir. Belum lagi biasanya anak sekolah mambawa baju ganti, waktu aktif sekolah dulu, agar sampai kesekolah dengan baju yang bersih dari kotoran air banjir," terangnya, dengan nada lesuh.
 
Selain itu, warga Kelurahan Bunut lainnya, Eka, mengatakan baru-baru ini ia bersama suaminya hampir terperosot karena kaki suaminya masuk di lubang, di celah-celah kayu jembatan itu, dan bahkan nyaris kendaraan roda duanya terjun bebas ke sungai, di bawah jembatan sungai kepojan tersebut.
 
"Iya, kemarin saya bersama suami hampir terperosot ke sungai, karena saat menyeberang pakai kereta, kakinya masuk ke celah-celah lubang papan jembatan itu," kesalnya, mengungkapkan.
 
Ketua rukun tetangga (RT) setempat, M. Jali, kepada RiauOnline.co.id, mengungkapkan bahwa dirinya mewakili warga sangat berharap besar dengan dibangunnya jembatan yang dirindukan warga disana. Dirinya tidak bisa berbuat banyak, karena gotong-royong selama ini, katanya, warga sudah banyak yang kewalahan, bahkan sebelum ia menjadi ketua RT disana, pihaknya sudah beberapa kali menyuarakan ke media massa, namun sampai saat ini belum juga di gubris.
 
Walaupun sudah banyak yang menjanjikan, bebernya, namun sampai saat ini belum ada satupun yang membuahkan hasil, sehingga masyarakat tidak sedikit yang kecewa, lantaran jaraknya hanya atusan meter dari Ibu Kota Kelurahan Bunut dan saat ini sudah berada di wilayah Kelurahan Bunut.
 
"Mewakili warga, harapan besar kami, jembatan penyeberangan Dusun Sungai Medang, Kelurahan Bunut, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan ini bisa di bangun oleh pemerintah. Karena warga kami disini juga sudah sangat, sangat kewalahan untuk memperbaiki jembatan selama ini," tegas M. Jali, penuh harap.
 
Sementara itu, Lurah Bunut, Isardi, S.Pd, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin mengajukan permohonan ke Pemerintah Daerah Pelalawan, baik itu dari setiap musyawarah yang dilakukan bersama masyarakat maupun instansi terkait.
 
"Kami dari Pemerintah Pelurahan sudah berupaya mengajukan baik di musrenbang kecamatan maupun di setiap kesempatan setiap tahunnya kita ajukan untuk pembangunan jembatan itu," ujar Isardi.
 
Hal senada juga disampaikan, Camat Bunut, Sri Nursari, SE, terkait pengajuan permohonan pembangunan jembatan penyeberangan di Kelurahan Bunut itu. Memang, katanya, tahun lalu sudah ada tim survei dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
 
"Sudah setiap tahun kita ajukan, tahun kemarin memang udah ada survei, namun kami tidak mengetahui pasti kendalanya, dalam waktu dekat ini kami juga akan coba juga berkoordinasi lagi," pungkas Camat, kepada RiauOnline.co.id