Waduh, DPRD Kuansing Temukan Poskowas Kosong Tanpa Petugas

Poskowas-Kosong.jpg
(Riau Online)

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuansing menemukan Posko Pengawasan (Poskowas) batas Kuansing - Dharmasraya di Desa Perhentian Sungkai, Kecamatan Pucuk Rantau kosong tanpa ada satupun petugas jaga, Selasa, 5 Mei 2020.

Padahal di poskowas tersebut sudah ada satu tenda yang terpasang. Ironisnya, tidak ditemukan satu orang pun petugas jaga yang mengawasi warga keluar masuk wilayah perbatasan.

"Informasinya belum sekalipun ditunggu," ujar anggota Komisi II DPRD Kuansing, Satria Mandala Putra, Rabu, 6 Mei 2020.

Rombongan Komisi II DPRD Kuansing tiba di poskowas batas Kuansing - Dharmasraya di Desa Perhentian Sungai, Kecamatan Pucuk Rantau, Selasa sekitar pukul 15.00 WIB sore.

Rombongan dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kuansing, Muslim bersama sejumlah anggota Komisi II diantaranya Satria Mandala Putra, Azrori Analke Apas dan Weri Naldi.

Satria mengatakan, saat kami tiba di posko tersebut pada Selasa sore tidak terlihat ada satu pun orang atau petugas jaga yang menunggu poskowas tersebut.

"Jauh berbeda dengan poskowas yang berada di Desa Sopan Jaya, Kecamatan Padang Laweh, Dharmasraya disitu petugas jaga lengkap, dan Alat Pelindung Diri (APD) juga lengkap," kata politisi termuda di DPRD Kuansing ini.

Posko tersebut kata Satria berada tidak jauh dari Desa Perhentian Sungkai, Kecamatan Pucuk Rantau. "Disana ada dua tenda dengan 6 pilar penjagaan, berbeda dengan kita satu tenda tidak ada orang," katanya.

Padahal kata Satria, poskowas desa Perhentian Sungkai ini pernah ditinjau Bupati Kuansing belum lama ini. Sayangnya poskowas tersebut masih kosong belum ada petugas jaga.

"Kemarin ramai ditinjau Bupati, tapi belum difungsikan," kata politisi PDIP Kuansing ini.

Hasil temuan tersebut kata Satria akan disampaikan kepada pimpinan DPRD Kuansing. "Kemungkinan akan dipanggil, tapi nanti itu sikap pimpinan," katanya.

Sebelumnya kata Satria dari laporan Gugus Tugas men yampaikan kalau semua kebutuhan sudah lengkap termasuk poskowas ini. "Laporan tidak sesuai dengan kenyataan. Nyatanya tidak ada petugas jaga di poskowas," katanya.

Sebelumnya, Bupati Kuansing Mursini turun melakukan peninjauan ke poskowas Covid 19 didaerah perbatasan Kuansing - Dharmasraya di Desa Perhentian Sungkai, pada 29 April 2020 lalu.

Bupati sempat memberikan himbauan melalui Camat Pucuk Rantau agar masyarakat yang tinggal didaerah perbatasan di Pucuk Rantau untuk berbelanja ke pasar yang ada di Kabupaten Kuansing.

Ini untuk menghindari kontak dengan warga yang ada diluar kabupaten khususnya Dharmasraya. Mengingat Kabupaten Dharmasraya saat ini masuk zona merah karena sudah ada kasus konfirmasi positif Covid 19.

Sebelumnya Camat Pucuk Rantau, Harjunaidi mengatakan, memang sejauh ini belum ada posko permanen dibangun di daerah perbatasan antara Kuansing - Dharmasraya di desa Perhentian Sungkai.

"Posko khusus didirikan Dishub belum ada, sudah kita konfirmasi katanya belum ada biaya," kata Dia, 30 April 2020 lalu.

Memang lokasi untuk posko di des Perhentian Sungkai sudah ditinjau Bupati pada 29 April 2020. Dan lokasinya sudah tersedia pas digerbang perbatasan atau berada didepan SMP.

"Sebelumnya memang belum ada tenda, hanya kursi dan meja kita siapkan dibawah pohon macang. Dan kini sudah ada tenda dipasang," kata Harjunaidi.

Petugas katanya bekerja secara sukarela karena memang belum ada anggaran untuk poskowas tersebut. "Petugas jaga datang atas kesadaran sendiri, belum ada anggaran masih kerja sosial," katanya.