PAN Tak Ambil Pusing Syamsuar Tinggalkan Partai, Syaukani Sebut Kader Fokus Besarkan PAN

Gubernur-Riau-Uji-Coba-Tol.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)
RIAU ONLINE, BENGKALIS - Menanggapi polemik dan perbedaan pendapat soal status keanggotaan Syamsuar di PAN, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bengkalis, Syaukani Al Karim mengatakan bahwa persoalan itu sudah selesai dengan munculnya pernyataan dari ketua DPW PAN Riau, yang mempersilakan Syamsuar bertarung menjadi Ketua DPD I Golkar Riau.
 
Menurutnya, ini merupakan dinamika dan keniscayaan demokrasi.
 
"Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Riau, kita tentu menghormati proses politik dan demokrasi yang berlangsung di Partai Golkar, yang memberikan peluang kepada Pak Syamsuar untuk menjadi ketua DPD I partai Golkar Riau," kata Syaukani Al Karim kepada RIAUONLINE.CO.ID, Kamis, 15 Maret 2020
 
Syaukani menambahkan, dari perkembangan yang ada, khususnya pasca pernyataan mundur Andi Rahman, menjadikan jalan mulus Syamsuar menuju Golkar Riau I.
 
"Saya menilai sudah hampir final, tinggal menunggu pelaksanaan Musda," terang Syaukani.
 
Diakui Syaukani, meskipun sejumlah kader mempertanyakan hal tersebut, sejatinya soal itu sudah selesai. Artinya, menjadikan ini sebagai catatan bagi PAN di masa yang akan datang. 
 
"Itulah dinamika dan keniscayaan demokrasi. Kami saat ini lebih fokus untuk membesarkan PAN, dalam menghadapi kontestasi pemilukada dan pemilu serentak 2024," tegasnya.
 
Menjawab soal janji politik Syamsuar terhadap PAN, Ketua Tim Koalisi Syamsuar-Edy, Kabupaten Bengkalis ini mengatakan, bahwa Partai Amanat Nasional telah selesai melaksanakan kewajibannya dengan memberikan jalan dan perjuangan terbaik bagi pak Syamsuar. 
 
"Kita sudah bekerja melaksanakan janji dan tanggungjawab dengan segala kemampuan yang ada, dan hasilnya adalah kemenangan bagi Bang Syamsuar dan Riau. Itulah tugas PAN, dan PAN dengan segala keterbatasannya, telah menyempurnakannya secara bermartabat. Sisanya adalah tugas Bang Syamsuar, termasuk segala komitmen yang pernah dibuat. Tapi itu urusan jenjang partai yang lebih tinggilah," pungkasnya.