Tanah Seharga Semangkuk Bakso, Syamsuar Malah Sebut Masyarakat Untung Rp30 Juta

gubri-syamsuar.jpg
(Hasbullah)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar angkat bicara terkait adanya penolakan warga di Kandis, Kabupaten Siak yang menolak lahannya dieksekusi untuk pembangunan jalan tol.

Menurut Syamsuar, proses ganti rugi ini sudah disepakati semua pihak sehingga dengan berbagai pertimbangan diambil angka untuk menetapkan harga tanah .

"Bagi yang tidak menerima, ada upaya konsinyasi, uangnya disimpan dulu di bank. Yang sekarang ini adalah keputusan inkrah, ini harus dilaksanakan," katanya, Senin, 2 Desember 2019.

"(Masyarakat menolak) ya gimana lagi, kalau dah kalah, nanti kami cari tahu lagi di mana masalahnya ini," tambahnya.

Disinggung mengenai harga tanah yang lebih murah dari harga semangkuk bakso ini, disampaikan Syamsuar harga tersebut merupakan harga yang wajar bahkan bisa dikatakan untung.

"Kami lihat juga yang 18 ribu ini, saya juga pernah punya kebun sawit. Harga sawit di sana itu kisaran 100-150 juta rupiah per hektare, dan ini-kan sudah 180 juta per hektar, untung 30 juta. Tapi ya namanya juga masyarakat, ya biasa lah," tutupnya.

Sebelumnya, masyarakat di kecamatan Kandis mengeluh dan menolak terkait upaya pemerintah yang akan menggusur lahannya untuk dijadikan jalan tol. Penolakan ini dikarenakan masyarakat yang tidak terima tanahnya hanya dihargai sebesar Rp 18 ribu permeter di mana masyarakat membandingkan dengan harga semangkuk bakso.