Kabut Asap, Disdik Riau Instruksikan Kepala Sekolah Liburkan Siswa

sekolah-dipulangkan.jpg
(RIAUONLINE)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Akibat kabut asap tebal yang melanda sejumlah wilayah di Riau membuat sejumlah sekolah terpaksa harus meliburkan siswanya. Di Kota Pekanbaru misalnya, Senin 9 September 2019 har ini, siswa di sejumlah sekolah SD dan SMP sederajat dipulangkan lebih awal dari hari biasanya karena kabut asap yang menyelimuti kota Pekanbaru.

Sementara untuk sekolah SMA dan SMK se Provinsi Riau, Dinas Pendidikan (Disdik) Riau mengeluarkan kebijakan yang ditujukan untuk seluruh kepala SMA dan SMK di Provinsi Riau untuk meliburkan sisanya akibat kabut asap yang semakin pekat.

Sesuai surat edaran dari Disdik Riau, kepala sekolah diminta untuk meliburkan sisanya, jika ISPU dimasing-masing wilayahnya dalam kondisi sangat tidak sehat. Indokatornya adalah warna merah dengan level ISPU antara 200-299.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga menginstruksikan kepada seluruh kepala SMA dan SMK agar meliburkan secara total aktifitas di sekolah apabila ISPU berkisar 300 ditunjukkan warna hitam atau dalam kondisi bahaya.

"Namun apabila ISPU sudah membaik, kami minta kepala sekolah untuk kembali melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah seperti biasa," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Rudiyanto.

Sebagaimana diketahui, Hari ini Senin (9/9) berdasarkan pantauan satelit yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, jumlah hotspot makin menggila di Riau dan pulau Sumatera.

Di Riau terpantau 289 titik, hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir 185 titik, kemudian Pelalawan 57 titik, Indragiri Hulu 31 titik, Bengkalis 4 titik, Meranti dan Kampar masing - masing 2 titik dan Dumai Kuansing serta Rokan Hilir masing-masing 1 titik.

Sedangkan di Provinsi tetangga paling parah ada di Jambi 504 titik, Sumsel 332 titik, Lampung 70 titik, Babel 66 titik, Kepri 14 titik dan Sumbar 3 titik. (*)