Aktual, Independen dan Terpercaya


Kabut Asap Kembali Selimuti 3 Wilayah Riau

kabut-asap-lagi.jpg
(yan)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Setelah sempat menghilang selama sepekan akibat diguyur hujan, kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti sejumlah wilayah Riau. BMKG Pekanbaru memantau lonjakan titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan mencapai 150 titik tersebar di sembilan kabupaten di Riau.

Kabut asap kembali terlihat menyelimuti kota pekanbaru, senin pagi, 2 September 2019.

Meski terbilang tipis, namun kekaburan udara akibat kabut asap menurunkan jarak pandang hingga 5 kilometer.

Kabut asap tampak menyelimuti jalan-jalan protokol dan bangunan tinggi.

Sejumlah masyarakat maupun warga terlihat kembali menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar rumah.

BMKG Pekanbaru menyatakan kabut asap juga menyelimuti Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan dengan jarak pandang masing-masing 4 kilometer.

Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah menyusul terjadinya lonjakan tiitk panas di sembilan kabupaten di Riau.

Titik panas paling banyak terpantau di Rokan Hilir 49 titik, disusul Pelalawan 30 titik, Bengkalis 25 titik, Meranti 16 titik, Indragiri Hulu 13 titik, Indragiri Hilir 13 titik, Kuantan Singingi dan Siak masing-masing satu titik.

"Dari pantauan pengamatan kami di beberapa wilayah di Provinsi riau ada di lima lokasi pos pengamatan dan stasiun, di pos pengamatan kota Dumai itu tadi pagi lima kilometer dengan cuacanya smoke, terus di wilayah Tambang itu juga 5 kilometer dengan cuaca haze atau kekaburan udara. Kemudian di Kabupaten Pelalawan itu 4 kilometer smoke, terus Pekanbaru sendiri itu smoke dengan visibility atau jarak pandang 5 kilometer terus di Kabupaten Indragiri hulu atau Bandara Japura Rengat dengan visibility 5 kilometer kekaburan udara," kata Analis BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto.

Meski titik api sempat padam diguyur hujan, namun kebakaran hutan dan lahan hingga kini masih terus terjadi di sejumlah wilayah Riau. Hingga kini luas lahan terbakar mencapai enam ribu hektare. Sementara itu, Pemko pekanbaru telah menetapkan status siaga darurat asap hingga oktober 2019 menyusul kabut asap turut menyelimuti daerah itu.