Pasien ISPA Meningkat di Pekanbaru, Firdaus: Kita Dapat Timbunan Asap

kabut-asap-pekanbaru-riau.jpg
(Hasbullah)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Firdaus, menyebut Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kota Pekanbaru tidak hanya terjadi di musim kemarau dan kabut asap saja.

"(Terkait) tingginya angka ISPA, di Pekanbaru ini kan tidak hanya terjadi di musim kemarau saja. Angka ISPA selalu ada, termasuk di kemarau ini, benar angkanya meningkat," kata Firdaus, Senin, 26 Agustus 2019.

Menurut Firdaus, ini merupakan konsekuensi kota Pekanbaru yang berada di daerah tropis. ISPA kata Firdaus berkaitan dengan kualitas lingkungan, sehingga tidak hanya saat kemarau saja masyarakat harus menjaga lingkungan.

"Tapi kualitas udara harus dijaga selama 12 bulan dalam setahun," tegas Firdaus.

Asap yang ada di kota Pekanbaru, jelasnya bukan berasal dari Pekanbaru namun hanya menjadi tempat singgahnya asap yang berasal dari tiga provinsi, yakni Riau sendiri, Sumsel, dan Jambi.

"Asap dari tiga provinsi itu bermuara di Pekanbaru. Kalau diibaratkan danau dan laut. Riau ini teluk. Kita dapat timbunan asap," ulasnya.

Untuk mengukur kualitas udara ini, Pemko Pekanbaru juga sudah memasang sejumlah alat pemantau diantaranya di kawasan Tenayan Raya, di kecamatan Tampan, dan di Pusat.

Meski belum mewakili Pekanbaru yang memiliki 12 kecamatan, diyakini Firdaus angka rata-rata dari alat tersebut sudah bisa ditarik untuk menentukan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).