Soal Konflik Lahan, Syamsuar Dengarkan Aspirasi Warga Koto Aman

Koto-Aman-Diterima-Gubernur.jpg
(Humas)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Masyarakat Koto Aman yang menuntut kehadiran Presiden RI, Joko Widodo menyelesaikan konflik dengan PT Sekar Bumi Alam Lestari (PT SBAL) akhirnya bersedia disambut oleh Gubernur Riau Syamsuar.

Meskipun hanya diwakili gubernur, mereka tetap menuntut agar Jokowi dapat menyelesaikan konflik menahun tersebut.

Dihadapan Gubernur Riau Syamsuar, Masyarakat meminta agar konflik dengan perusahaan dapat segera dituntaskan. Pasalnya sudah bergonta-ganti pemimpin harapan mereka belum juga dapat dipenuhi.

"Kami meminta kepada Bapak Gubernur, agar dapat menuntaskan persoalan ini dengan adil. Kami capek hanya menerima janji-janji. Selama itu pula tak pernah mendapatkan kepastian," kata perwakilan massa, Dapson, Jumat 8 Maret 2019.

Dimulai dari zaman Gubernur Riau terdahulu Saleh Djasit, Almarhum Bupati Kampar hingga Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman hanya sekedar janji, namun tidak terealisasi.

Gubernur Riau Syamsuar akan memberikan perhatian dengan tidak hanya mendengar harapan dari masyarakat. Namun, juga turut menampung pembelaan dari perusahaan.

"Kita mendengarkan masukan dari semua pihak dulu. Termasuk perusahaan dan Pemkab Kampar," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo diminta masyarakat Suku Sakai, Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar untuk hadir dan segera membuktikan penyelesaian konflik agraria yang selama ini di gaung-gaungkannya.

Pasalnya, Jokowi dianggap mampu mengembalikan 1.500 hektare lahan yang direbut oleh PT. Sekar Bumi Alam Lestari (PT. SBAL) dari tangan mereka.