Tiga Kasus Menonjol Ditangani Polres Kuansing Sepanjang 2020, Ini Daftarnya!

apel-kuansing.jpg
(robi)

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Sepanjang tahun 2020 Polres Kuansing menangani tiga kasus yang dinilai paling menonjol. Salahsatunya kasus penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Serosah, Kecamatan Hulu Kuantan.

Dimana ada 6 orang pekerja tewas dalam kejadian tersebut. Keenam orang tersebut semuanya merupakan pekerja. Saat ini kasus tersebut tengah proses persidangan.

Ada tiga tersangka yang ditetapkan Polres Kuansing dalam perkara tersebut, dua diantaranya pekerja berinisial S dan A yang selamat. Dan satu lagi adalah NBP merupakan pemilik lahan dan juga yang mempekerjakan para penambang yang tewas tersebut.

"Kasus ini tengah proses persidangan, kita berharap semoga nantinya para tersangka ini mendapatkan hukuman yang setimpal karena ada 6 orang meninggal dunia," kata Kapolres Kuansing, AKBP Henky Poerwanto didampingi Waka Polres Kuansing, Kompol Razif saat menggelar press rilis akhir tahun di Mapolres Kuansing, Kamis, 31 Desember 2020.

Dua lagi adalah kasus pencurian dengan pemberatan (Curas) TKP di Desa Air Mas, Kecamatan Singingi. Kerugian dalam kejadian tersebut disampaikan Kapolres sebesar Rp 300 juta dan ada beberapa gelang dan kalung emas yang ikut dibawa kabur perampok.

"Kasus curas ini terjadi pada bulan Januari 2020, dimana pelaku menggunakan senpi melakukan perampokan dirumah warga di desa Air Mas," kata Kapolres.

Awalnya disampaikan Kapolres, pihaknya mengaku kesulitan untuk mengungkap kasus perampokan tersebut. Karena pelaku semuanya saat melakukan aksi menggunakan sebo dan hanya mata yang terlihat.

"Tuhan berkehendak lain, ternyata pemilik rumah memiliki CCTV dan ada satu recorder yang tidak diambil oleh pelaku. Dari situ pelaku bisa kita tangkap dan sudah di vonis 7 tahun," katanya.

Satu pelaku yang sudah di vonis tersebut adalah Beni Johan (26) warga Desa Panca Jaya, Kecamatan Mukti Karya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.

Kemudian satu lagi kasus menonjol yang ditangani adalah kasus pengrusakan secara bersama-sama terhadap satu unit alat berat ekscapator TKP di block G 6 Devisi PT Duta Palma Nusantara. Tersangka sebanyak 5 orang dan salah satunya adalah oknum kades. Kelima tersangka sudah divonis 4 tahun.