2020 Minim Karhutla, FKPMR Puji Dashboard Lancang Kuning Kapolda Riau

dasboard.jpg
(RAHMADI DWI/Riau Online)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Ketua FKPMR, Chaidir menyebut Permasalahan kehutanan di Provinsi Riau saat ini telah bergeser dari semula berupa pencurian hasil hutan, illegal logging menjadi perambahan kawasan hutan dan penguasaan lahan. Hal ini dilakukan dengan cara membakar hutan. 

Kegiatan ini menimbulkan kerusakan hutan, menyebabkan lahan kritis, dan selama hampir 18 tahun Provinsi Riau menghadapi kebakaran hutan yang menyebabkan bencana kabut asap setiap tahunnya.  

 

Namun untuk tahun 2020, Chaidir bersyukur bahwa tidak terjadi bencana karhutla dan kabut asap. 

 

 

 

"Sepanjang tahun 2020, Alhamdulillah tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan yang masif seperti tahun-tahun sebelumnya. Kekhahawtiran kemarau panjang akan

menimbulkan kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan terjadinya bencana asap tidak terjadi," tulis Chaidir di Konferensi Pers FKPMR, Kamis 31 Desember 2020. 

 

Atas hal ini, FKPMR memberi apresiasi kepada seluruh jajaran Pemprov Riau dan seluruh instansi serta pihak swasta yang telah melakukan langkah-langkah pencegahan

karhutla sehingga pada tahun 2020 Riau terbebas dari karhutla.

 

Secara khusus FKPMR memberi apresiasi kepada Kapolda Riau Irjen Pol Agung  Setya Imam Effendi beserta seluruh jajarannya terkait Aplikasi Dashboard Lancang Kuning yang diinisiasi oleh Kapolda cukup ampuh dalam mencegah dan mengendalikan karhutla.

 

"Kita mencatat, sosialisasi dan pencegahan dini yang dilakukan oleh instansi terkait cukup efektif. Ide Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi Kapolda Riau yang menciptakan aplikasi Dashboard Lancang Kuning untuk penangangan Karhutla secara cepat, tepat, terstruktur dan sistematis, memberikan hasil yang bagus. Tercatat 85 persen karhutla di Riau teratasi dengan penggunaan aplikasi tersebut," tulis Chaidir. 

 

Aplikasi Dashboard Lancang Kuning ini sendiri dipuji Presiden Indonesia dan sekarang menjadi model secara nasional. Namanya lantas diubah menjadi Dashboard Lancang Kuning Nusantara.

 

 

 

Namun demikian meski pemanfaatan dashboard ini terbukti menurunkan bencana kebakaran hutan, FKPMR mengharapkan peran Gubernur Riau selaku ujung tombak pemerintah tetap mengedepankan semangat tata Kelola kolaboratif dalam membangun kewaspadaan untuk mencegah kembali terjadinya musibah karhutla.