Aktual, Independen dan Terpercaya


Soal Mobnas Baru, Mursini: Saya Tidak Pernah Gengsi Pakai Mobil Apapun

mursini-bupati-kuansing.jpg
(robi)

Laporan: ROBI SUSANTO

RIAU ONLINE, TELUK KUANTAN - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, H Mursini menyatakan tidak pernah gengsi menggunakan mobil dinas apapun asalkan sesuai dengan aturan.

Dimana Pemkab Kuansing tengah mengusulkan pembelian satu unit mobil dinas baru untuk Bupati Kuansing melalui APBD Tahun 2020. Anggaran yang diusulkan untuk pembelian mobil dinas baru untuk Bupati sebesar Rp 2 Miliar.

"Selama ini saya nggak gengsi pakai Innova. Apa yang dibeli itu kita pakai, apapun jenisnya. Tidak pernah kita minta lebih," ujar Mursini saat ditemui RIAUONLINE.CO.ID, Senin, 28 Oktober 2019.

Menurutnya, sejak dilantik menjadi Bupati sampai dengan saat ini, dirinya memang belum memiliki mobil dinas jabatan yang bisa dipakai. "Sampai kini dipakai yang resmi masih kijang Innova, mobil itu masih ada," ujar Mursini.

Sebenarnya mobil kijang Innova tersebut bukan mobil dinas jabatan bupati. Dijelasnya, dalam administrasi aset mobil dinas jabatan bupati itu masih ada, dan sekarang mobil dinas masih dipegang oleh bupati yang dulu.

"Usia mobil itu sudah tujuh tahun sudah pantas untuk dilelang, merk Lexus," ujar Mursini.

Dia menegaskan, selagi dirinya menjabat sebagai Bupati Kuansing, dirinya tidak akan membeli mobil dinas merk Lexus.

"Jangan Lexus, kalau membeli dibawah itu. Pertama kalau bisa sesuai dengan aturan dan kedua sesuai kemampuan keuangan daerah," pungkasnya.

Ia sendiri tidak mempermasalahkan pada 2020 ada pembelian mobil dinas untuk bupati. Namun soal tipe dan cc nantinya tentu harus disesuaikan dengan aturan yang ada.

"Pokoknya jangan lewati aturan, kita dukung asal tidak melanggar aturan," tegasnya.

Dirinya juga akan mengingatkan Bagian Keuangan Perlengkapan soal pembelian mobil dinas baru nantinya. Tipe maupun cc harus sesuai dengan aturan.

Menurutnya, selama ini untuk membeli mobil dinas jabatan bupati masih terganjal karena mobil dinas sebelumnya masih ada.

"Syaratnya memang mobil dinas Bupati lama harus dilelang dulu, baru bisa mengusulkan pembelian mobil dinas baru. Kalau sudah dilelang yang lama tentu mobil dinas untuk bupati kosong dan itu baru boleh dianggarkan," katanya.

Seandainya pembelian mobil dinas baru batal dilaksanakan, tentu Bupati akan menggunakan mobil dinas merk Lexus yang dipakai bupati sebelumnya.

"Bisa saja kita pakai mobil dinas lama dan tidak usah beli mobil baru," ujar Mursini.