Tekan Angka Kecelakaan, HK Gelar Operasi Microsleep di Tol Permai

Tekan-Angka-Kecelakaan-HK-Gelar-Operasi-Microsleep-di-Tol-Permai.jpg
PT Hutama Karya menggelar Operasi Microsleep di Rest Area KM 45 Jalan Tol Permai, Jumat 12 Juni 2026 malam. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – PT Hutama Karya (HK) kembali menggelar Operasi Microsleep di Rest Area KM 45 Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), Jumat 12 Juni 2026 malam. 

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan pengemudi yang kerap terjadi saat perjalanan jarak jauh pada malam hari.

Dalam operasi tersebut, para pengendara yang singgah di rest area mendapatkan kopi dan makanan ringan secara gratis. Selain itu, petugas juga melakukan pendataan tujuan perjalanan, pemeriksaan kondisi kendaraan, hingga menilai tingkat kebugaran pengemudi sebelum melanjutkan perjalanan.

Section Head Operasi Regional Sumatera Bagian Tengah PT Hutama Karya, Yoni Satyo, mengatakan operasi microsleep merupakan salah satu langkah preventif yang rutin dilakukan perusahaan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan tol.

"Pada malam ini kami melaksanakan operasi microsleep sebagai bagian dari upaya Hutama Karya selaku badan usaha jalan tol untuk menekan angka kecelakaan maupun fatalitas yang terjadi di ruas tol," ujar Yoni.

Dalam pelaksanaannya, lebih dari 30 personel gabungan diterjunkan. Mereka terdiri dari petugas Hutama Karya, Patroli Jalan Raya (PJR), serta personel Polres Siak.

"Kami menurunkan sekitar 30 personel yang didukung petugas PJR dan Polres Siak dalam rangka pelaksanaan operasi microsleep ini," jelasnya.

Selain memberikan edukasi keselamatan, petugas juga melakukan survei singkat kepada para pengemudi. Hasil survei tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan apakah pengendara masih layak melanjutkan perjalanan atau perlu beristirahat terlebih dahulu.


"Dari survei ini dapat diketahui apakah pengendara sudah mengalami kelelahan atau masih dalam kondisi fit untuk berkendara. Tujuannya agar pengguna jalan dapat selamat sampai ke tujuan," tambah Yoni.

Menurutnya, Operasi Microsleep di Tol Permai dilaksanakan secara rutin minimal dua kali setiap bulan. Selain itu, Hutama Karya juga menjalankan Operasi Simpatik sebagai bentuk pendekatan kepada pengguna jalan sekaligus memastikan kendaraan yang melintas dalam kondisi aman.

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah mengecek fungsi lampu belakang kendaraan. Jika ditemukan lampu yang tidak berfungsi, petugas akan memasang stiker reflektif sebagai langkah antisipasi sementara.

"Kami memastikan lampu belakang kendaraan berfungsi dengan baik. Jika tidak menyala, kami tempelkan stiker reflektif sebagai pengganti sementara agar kendaraan tetap terlihat oleh pengguna jalan lainnya," terangnya.

Tak hanya itu, Hutama Karya juga aktif melakukan pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan tol lainnya.

"Kendaraan dengan muatan berlebih memiliki risiko tinggi menyebabkan kecelakaan dan kerusakan jalan. Biasanya kendaraan ODOL akan kami minta untuk putar balik," ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Siak, AKP Denny Maulana Saputra, mengingatkan para pengguna jalan tol agar tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk.

"Apabila sudah mulai merasa lelah, mengantuk, atau kehilangan konsentrasi saat berkendara, segera manfaatkan rest area terdekat untuk beristirahat," imbaunya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan bantuan kepolisian maupun layanan darurat yang tersedia di setiap ruas tol apabila mengalami kendala selama perjalanan.

"Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau nomor layanan yang tersedia di masing-masing ruas jalan tol," katanya.

AKP Denny mengungkapkan bahwa faktor kelelahan masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas di jalan tol. Banyak pengemudi yang tetap memaksakan diri berkendara setelah menempuh perjalanan panjang dengan waktu istirahat yang sangat minim.

"Dari hasil evaluasi kami, banyak kecelakaan terjadi karena pengemudi sudah berkendara belasan jam dari daerah asal dan hanya beristirahat sekitar dua jam. Kondisi ini membuat konsentrasi menurun sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan," pungkasnya.