RIAU ONLINE, JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) diharapkan terus meningkatkan integritas penyelenggara pemilu.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan, hal ini untuk mencegah terjadinya pelanggaran etik dalam pesta demokrasi tersebut.
"Saya mendukung DKPP untuk terus meningkatkan integritas sekaligus berpikir lebih maju, terutama dalam mengembangkan pendekatan pencegahan," kata Tito, dikutip dari ANTARA, Sabtu, 13 Juni 2026.
Tito menyampaikan, upaya ini bisa dilakukan dengan memperkuat aspek pencegahan, sejalan dengan ungkapan keep them out of jail.
Ia menilai pendekatan pencegahan perlu menjadi perhatian lembaga tersebut guna meminimalkan potensi pelanggaran di masa mendatang.
"Jadi, keberhasilan itu bukan banyak-banyaknya memutus dan menemukan kesalahan, tapi dengan adanya orang yang tidak masuk penjara karena melanggar. Oleh karena, itu prinsip-prinsip prevention mungkin perlu," ujarnya.
Tak hanya itu, Tito juga mendorong DKPP untuk memperkuat kapasitas aparatur penegak hukum dalam menangani persoalan penyelenggaraan pemilu.
Menurutnya, jumlah aparatur penyelenggara pemilu yang tersebar di berbagai daerah memerlukan edukasi yang memadai agar pelanggaran dapat dicegah sejak dini.
Selain itu, dukungan sarana dan prasarana juga perlu dipersiapkan agar DKPP dapat menjalankan tugas dan fungsi organisasinya secara optimal.
Sebagai lembaga yang bertugas menjaga etika kepemiluan, Mendagri berharap DKPP dapat terus berperan aktif dalam upaya pencegahan pelanggaran.
Dalam konteks tersebut, DKPP dapat melakukan berbagai langkah perbaikan terhadap berbagai potensi persoalan yang dapat mengarah pada pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu.
Pada kesempatan sama, Mendagri juga mengapresiasi pelaksanaan pemilu di Indonesia yang selama ini berjalan dengan baik. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia menghadapi kompleksitas yang tinggi dalam penyelenggaraan pemilu.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Pemilu merupakan simbol penting dalam kehidupan demokrasi.
"Kenapa? Itu the only momentum for all people who have the right to vote. Dia terlibat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang penting satu-satunya. Yang lain kan melalui perwakilan," tuturnya. (ANTARA)

