RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru pada triwulan I tahun 2026 yang menunjukkan tren positif mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.
Politisi PKS itu menilai capaian tersebut menjadi sinyal roda perekonomian daerah mulai bergerak lebih baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru yang dirilis awal Juni 2026, sejumlah indikator ekonomi mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tercatat tumbuh sebesar 5,03 persen, sementara Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) meningkat 4,13 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang mencapai 20,69 persen, disusul Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang tumbuh sebesar 8,55 persen.
Menanggapi capaian tersebut, Muhammad Sabarudi mengatakan pertumbuhan ekonomi yang positif harus menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus menjaga stabilitas dan memperkuat sektor-sektor produktif yang menjadi penopang ekonomi daerah.
"Alhamdulillah, kita tentu menyambut baik pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang menunjukkan tren positif. Ini menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai meningkat dan berbagai kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah mulai memberikan dampak," ujar Sabarudi, Jumat 12 Juni 2026.
Menurutnya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai lebih dari lima persen menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini.
Selain itu, meningkatnya investasi juga menjadi pertanda iklim usaha di Kota Pekanbaru masih cukup menarik bagi pelaku usaha dan investor.
"Pertumbuhan investasi sebesar 8,55 persen merupakan kabar baik. Artinya kepercayaan dunia usaha terhadap Pekanbaru masih tinggi. Ini harus terus dijaga melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi," katanya.
Sabarudi menilai tingginya pertumbuhan konsumsi pemerintah juga harus diimbangi dengan efektivitas penggunaan anggaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurutnya, belanja pemerintah yang meningkat harus mampu mendorong pertumbuhan sektor riil, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
"Belanja pemerintah yang tumbuh cukup tinggi tentu diharapkan dapat menjadi stimulus bagi perekonomian daerah. Namun yang terpenting adalah bagaimana anggaran tersebut benar-benar memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terlihat dari angka statistik semata, tetapi harus tercermin dalam meningkatnya kesejahteraan masyarakat, berkurangnya angka pengangguran, dan bertambahnya peluang usaha bagi pelaku UMKM.
"Kita ingin pertumbuhan ekonomi ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Jangan hanya bagus di angka, tetapi harus berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan, dan berkembangnya usaha-usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah," ungkapnya.
Sabarudi berharap tren positif tersebut dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun 2026. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha, pelaku UMKM, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung.
"DPRD tentu akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kita optimistis Pekanbaru dapat tumbuh menjadi kota yang semakin maju dan berdaya saing," pungkasnya.

