Sudah Dapat Rp 3 Miliar, HMI Juga Minta Tiket Gratis

Logo-HMI.jpg
(INTERNET)

RIAUONLINE, JAKARTA - Ribut-ribut soal Himpunan Mahasiswa Islam tidak hanya terjadi di Riau lantaran menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daearah (APBD) Riau Rp 3 miliar untuk kongres. di Makasar, sebanyak 1048 kader HMI yang ikut dalam rombongan yang akan berangkat dari Makassar menuju Jakarta juga meminta tiket kapal gratis kepada PT Pelni.

 

Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengecam langkah pemerintah daerah Provinsi Riau yang menggelontorkan dana bantuan sosial sebesar Rp 3 miliar untuk Kongres Himpunan Mahasiswa Islam yang akan digelar pekan depan di Riau. Koordinator FITRA Riau, Usman, mengatakan bantuan dana itu tidak masuk akal karena melebihi pagu anggaran untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan Riau pada 2015 yang hanya Rp 1,4 miliar. (KLIK: Inilah Kongres Mahasiswa Islam Termahal di Indonesia)

 

"Anggaran daerah sebanyak itu hanya untuk organisasi mahasiswa sangat gila dan tidak wajar," kata Usman, Rabu, 18 November 2015. Dia meragukan organisasi itu bisa bertanggung jawab atas penggunaan dana tersebut. "Apa bisa mahasiswa mempertanggung-jawabkan uang rakyat miliaran rupiah itu dengan benar?” Sebagaimana dilansir RIAUONLINE.CO.ID dari laman Tempo.co.

 

Tak hanya meminta dana APBD. Di Makassar, kader HMI dari wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat juga meminta tiket kapal gratis kepada PT Pelni. Tercatat ada sebanyak 1048 kader HMI yang ikut dalam rombongan yang akan berangkat dari Makassar menuju Jakarta. (LIHAT: Pekan Depan, KPK Umumkan Tersangka Baru Suap APBD Riau)

 

Hubungan Masyarakat Pelabuhan Makassar Erisanty, mengatakan dari total anggota HMI yang berangkat, tercatat sebanyak 1.025 mahasiswa tidak memiliki tiket. “Mereka diberikan tiket gratis. Tidak membayar sedikitpun,” kata Erisanty.

 

Padahal, kata dia, sebelumnya PT Pelni dan HMI sudah ada kesepakatan untuk memberikan diskon 50 persen dari harga tiket normal kapal laut Makassar-Jakarta. Namun sampai hari terakhir mahasiswa kader HMI tersebut tetap memaksa minta tiket gratis. “Mereka akhirnya naik kapal berdasarkan kebijakan pimpinan Pelni,” katanya. (BACA: Kirjuhari: Johar dan Suparman Perintahkan Buka Baterai Ponsel)

 

Ketua Badan Koordinasi HMI Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Pahmuddin Khalik, membantah jika mereka tidak membayar tiket kapal. Menurut dia, dari kesepakatan dengan PT pelni, anggota HMI yang ikut rombongan membayar harga tiket sebesar Rp 230 ribu dari harga normal Rp 450 ribu.

 

“Kericuhan yang terjadi di depan gerbang pelabuhan karena ada miskomunikasi. Pelni sudah sepakat berikan diskon, tapi mahasiswa belum bisa mengumpulkan uang,” kata Pahmuddin.