RIAU ONLINE, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah menyetujui pembelian jet tempur ringan jenis M-346 F 'Blok 20' buatan Leonardo, asal Italia yang telah diumumkan secara resmi oleh situs resmi Leonardo, pada Rabu, 22 Juli 2026 lalu.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait membenarkan kesepakatan pembelian jet tempur tersebut.
"Terkait program pengadaan M-346F Block 20, informasi yang telah dipublikasikan oleh para pihak dapat menjadi rujukan," kata Rico, dikutip dari Kumparan, Kamis, 23 Juli 2026.
"Program tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan pelatihan pilot tingkat lanjut sekaligus kesiapan operasional TNI Angkatan Udara, seiring akan dioperasikannya berbagai alutsista berteknologi modern," terangnya.
Rico menjelaskan, penambahan alutsista teranyar ini akan melengkapi TNI AU, yang kini telah diperkuat dengan jet tempur modern macam Rafale yang telah mengisi Skadron Udara 12 awal 2026. Sementara Jet m-346 sendiri akan tiba di Indonesia pada 2030.
"Berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan pengiriman pesawat direncanakan mulai pada tahun 2030," ujarnya.
Sementara itu, dikutip dari situs resmi Leonardo, Indonesia akan menjadi negara ke-23 yang menggunakan pesawat M-346. Sementara varian 'Blok-20' adalah varian terbaru yang sebelumnya hanya hadir di Eropa dan Amerika Utara.
"Masuknya M-346 F ke Indonesia menjadi bukti nyata tidak hanya atas kualitas unggul sistem pesawat ini, tetapi juga atas kepercayaan Indonesia yang terus tumbuh terhadap kemampuan kami di berbagai bidang," kata CEO sekaligus General Manager Leonardo, Lorenzo Mariani.
"Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memperluas kontribusi serta kerja sama kami, baik di sektor yang telah terjalin maupun sektor baru, guna menghadirkan tingkat teknologi yang dibutuhkan Indonesia dalam peta jalan pengembangan industri kedirgantaraan dan pertahanan jangka panjangnya," lanjutnya.
Pesawat tempur ringan ini mempunyai sejumlah perangkat modern, antara lain kokpit dengan Large Area Display (LAD), radar Active Electronically Scanned Array (AESA), data link Link 16, sistem electronic countermeasures (ECM), serta sistem persenjataan baru.
Selain itu, pesawat juga dilengkapi sistem latihan penerbangan tingkat lanjut, serta konfigurasi persenjataan ringan untuk pertempuran udara ke udara, atau udara ke permukaan.

